BeritaBoalemoPolitikProvinsi Gorontalo

Zikir dan Doa Iringi Awal SRT 71 Boalemo di Gedung Baru, Sekolah Berasrama Gratis dengan Makan dan Kebutuhan Siswa Disediakan

×

Zikir dan Doa Iringi Awal SRT 71 Boalemo di Gedung Baru, Sekolah Berasrama Gratis dengan Makan dan Kebutuhan Siswa Disediakan

Sebarkan artikel ini

FAKTA PUBLIK. ID – Langkah kaki ratusan siswa memasuki gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 71 Kabupaten Boalemo di Kecamatan Wonosari, Kamis (30/7/2026), menandai dimulainya babak baru pendidikan di daerah ini. Sebanyak 270 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA resmi menempati gedung tersebut setelah sebelumnya menjalani proses pembelajaran di Gedung Diklat Tutulo, Kecamatan Botumoito, yang selama masa transisi menjadi titik awal penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Boalemo.

Perpindahan itu bukan sekadar bergantinya lokasi belajar. Dari ruang-ruang belajar sementara di Gedung Diklat Tutulo, Sekolah Rakyat kini memasuki fase baru dengan menempati gedung yang dibangun khusus untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Momentum tersebut sekaligus mencerminkan arah pembangunan yang dijalankan Bupati Boalemo Rum Pagau bersama Wakil Bupati Lahmuddin Hambali. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang menjadi tantangan bagi pemerintah daerah, keduanya tetap menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan. Langkah itu tercermin dari beroperasinya Sekolah Rakyat yang kini menjadi ruang belajar sekaligus tempat membangun masa depan generasi Boalemo.

Sebelum gedung permanen siap digunakan, para siswa menjalani proses belajar di Gedung Diklat Tutulo. Tempat itu menjadi saksi lahirnya Sekolah Rakyat di Boalemo sekaligus awal perjalanan program nasional tersebut sebelum akhirnya berpindah ke lokasi permanen di Kecamatan Wonosari.

Seluruh aktivitas pendidikan kini dipusatkan di kawasan Sekolah Rakyat yang berdiri di atas lahan sekitar 9,6 hektare. Di kawasan ini tersedia ruang belajar untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, rumah guru, rumah ibadah, gedung serbaguna, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya. Selama menempuh pendidikan, para siswa juga memperoleh layanan pendidikan, tempat tinggal, makan, seragam, dan perlengkapan belajar tanpa dipungut biaya sebagai bagian dari konsep pendidikan berasrama.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dimulai di gedung baru menjadi pengalaman pertama para siswa mengenal lingkungan yang akan menjadi rumah kedua mereka. Mereka tidak hanya diperkenalkan pada ruang belajar, tetapi juga kehidupan berasrama, kedisiplinan, pembentukan karakter, serta nilai-nilai kebersamaan yang menjadi bagian dari penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Suasana penuh haru menyelimuti malam pertama ketika digelar zikir dan doa bersama yang dihadiri Bupati Rum Pagau dan Wakil Bupati Lahmuddin Hambali. Di hadapan para siswa, doa dipanjatkan agar perjalanan pendidikan mereka diberi kemudahan, keberkahan, serta menjadi jalan menuju masa depan yang lebih baik.

Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Lahmuddin Hambali menggambarkan malam itu sebagai awal sebuah perjalanan besar.

«”Malam pertama di Sekolah Rakyat bukan hanya tentang menempati tempat baru, tetapi tentang memulai perjalanan baru.”»

Ia mengaku menyaksikan anak-anak memanjatkan doa dan berdzikir bersama dengan hati yang dipenuhi harapan. Menurutnya, setiap doa yang terucap diharapkan menjadi penguat langkah mereka dalam menuntut ilmu, membangun akhlak, dan meraih cita-cita.

Lahmuddin juga menyebut anak-anak Sekolah Rakyat sebagai amanah sekaligus masa depan Boalemo. Karena itu, menurutnya, tugas pemerintah tidak berhenti pada penyediaan bangunan yang megah, tetapi memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih, memperoleh pendidikan yang layak, serta memiliki kesempatan yang sama untuk mewujudkan impian.

«”Bismillah, perjalanan ini baru saja dimulai,” tulis Lahmuddin menutup refleksinya.»

Beroperasinya Sekolah Rakyat di Kecamatan Wonosari menjadi salah satu tonggak penting pembangunan pendidikan di Kabupaten Boalemo. Di bawah kepemimpinan Rum Pagau dan Lahmuddin Hambali, pembangunan di sektor pendidikan tetap berjalan meski berada di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Kehadiran sekolah ini memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Bagi para siswa yang kini menempati Sekolah Rakyat di Wonosari, hari pertama itu menjadi awal perjalanan baru dalam kehidupan mereka. Dari tempat inilah harapan mulai ditumbuhkan, dengan keyakinan bahwa pendidikan merupakan jalan untuk membuka masa depan yang lebih baik bagi generasi Boalemo. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *