FAKTAPUBLIK.ID – Sebanyak 31 pelantun dikili mengambil bagian dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah di Masjid Jami Baiturrahman, Desa Modelomo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Selasa (25 Agustus 2026).
Mereka mulai melantunkan dikili selepas salat Isya dan baru menyelesaikannya setelah salat Subuh.
Rentang waktu itu bukan sekadar durasi pelaksanaan. Di dalamnya berlangsung salah satu tradisi Maulid yang tetap dipertahankan masyarakat Gorontalo: dikili semalam penuh, disertai tolangga yang dibawa masyarakat untuk diberikan kepada para pelantun.
Jumlah tolangga dapat mencapai puluhan hingga ratusan dalam setiap perayaan.
Di dalamnya terdapat toyopo dari anyaman janur kuning, nasi kuning, nasi bilindi dan berbagai kue tradisional. Setelah dikili selesai, tolangga diberikan kepada para pelantun sebagai bagian dari rangkaian Maulid.
Tradisi itu kembali dijalankan di Masjid Jami Baiturrahman bersama Camat Tilamuta Abdul Faris Babuta, Kepala Desa Modelomo Burhanudin Nihe, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, para kepala sekolah dan guru TK serta PAUD se-Kecamatan Tilamuta, serta masyarakat setempat.
Di Kecamatan Tilamuta, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah pada Selasa 25 Agustus 2026 digelar di dua masjid, yakni Masjid Agung Baiturrahmah dan Masjid Jami Baiturrahman.
Di tengah pelaksanaan tradisi itu, Abdul Faris mengingatkan masyarakat agar Maulid tidak berhenti pada rutinitas tahunan.
Ia meminta peringatan Rasulullah SAW diteruskan dalam bentuk keteladanan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT. Beliau adalah teladan terbaik dalam kehidupan sehari-hari, bahkan dalam keluarga,” kata Abdul Faris.
Menurutnya, masyarakat hidup dalam perubahan yang cepat. Tantangan yang muncul juga semakin beragam. Karena itu, nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW tetap diperlukan sebagai pegangan.
Ia mengajak masyarakat menjadikan Maulid sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan, mempererat persaudaraan dan memperkokoh kerukunan di Kecamatan Tilamuta.
“Jadikan peringatan Maulid Nabi ini sebagai semangat untuk mempererat persatuan dan kesatuan antara desa, warga serta seluruh komponen masyarakat,” ujarnya.
Abdul Faris juga menekankan empat nilai yang menurutnya harus mendapat tempat dalam kehidupan masyarakat: kejujuran, amanah, kesabaran dan kasih sayang.
Nilai itu, kata dia, tidak berhenti pada hubungan sesama umat Muslim, tetapi juga menjadi dasar dalam kehidupan bersama dengan umat beragama lainnya.
“Mari kita wujudkan semangat Rasulullah SAW dalam membangun Kecamatan Tilamuta melalui gotong royong, kerukunan dan kepedulian demi mewujudkan Kecamatan Tilamuta yang beriman serta saling menghormati,” katanya.
Abdul Faris menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, masyarakat, para guru dan kepala sekolah yang telah mengambil bagian dalam pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Setelah salat Subuh, dikili yang dilantunkan 31 pelantun berakhir.
Tolangga yang dibawa masyarakat kemudian diberikan kepada para pelantun.












