FAKTAPUBLIK.ID – UPTD Puskesmas Botumoito terus memperkuat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan reproduksi yang aman dan berkualitas. Langkah nyata ini diwujudkan melalui penyediaan layanan Keluarga Berencana (KB) gratis bagi Pasangan Usia Subur (PUS) demi membangun keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia 2026, hasil kolaborasi apik antara UPTD Puskesmas Botumoito dengan DPPKBP3A Kabupaten Boalemo. Kegiatan yang berpusat di Aula Puskesmas Botumoito tersebut berlangsung sukses pada Kamis (17/9/2026).
Kepala UPTD Puskesmas Botumoito, Israhmawaty Saripi, S.Tr.Kes, mengatakan pelayanan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Puskesmas Botumoito dalam memastikan masyarakat, khususnya pasangan usia subur, memperoleh akses terhadap informasi dan pelayanan KB yang aman dan berkualitas
“Melalui momentum ini, kami ingin memastikan setiap pasangan usia subur memperoleh edukasi dan pelayanan KB yang aman, bermutu, serta sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Israhmawaty.
Lebih lanjut, Israhmawaty menjelaskan bahwa prinsip utama pelayanan KB adalah kesepakatan bersama. Oleh karena itu, penentuan metode kontrasepsi harus didasari oleh pilihan dan persetujuan antara suami dan istri dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing.
“Esensi KB bukan hanya sekadar mengatur jarak dan jumlah kelahiran, melainkan fondasi penting dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan bahagia,” jelasnya.
Di sela-sela kegiatan, Israhmawaty mengajak masyarakat luas untuk terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan reproduksi. Pemahaman yang matang dinilai menjadi kunci bagi pasangan dalam mengambil keputusan terbaik untuk masa depan keluarga.
“Marilah kita bersama-sama membangun kesadaran tentang pentingnya perencanaan keluarga demi masa depan generasi yang lebih sehat,” imbaunya.
Pelaksanaan layanan KB gratis kali ini mendapat sambutan hangat dan antusiasme tinggi dari warga setempat. Terbukti, jumlah warga yang datang memanfaatkan layanan ini berhasil melonjak hingga melampaui target awal yang telah ditetapkan.

Capaian manis ini menjadi bukti nyata bahwa kemudahan akses layanan kesehatan mampu mendorong kesadaran masyarakat dalam merencanakan keluarga.
Melalui momentum Hari Kontrasepsi Sedunia 2026, Puskesmas Botumoito berharap program KB tidak lagi dipandang sebelah mata sebagai alat pengendali kelahiran, melainkan sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi masa depan yang berkualitas. (Ly)












