Berita

Wabup Lahmuddin Hambali Sebut Pengabdian Bukan Sekadar Rutinitas, Tapi Harus Melahirkan Karya

×

Wabup Lahmuddin Hambali Sebut Pengabdian Bukan Sekadar Rutinitas, Tapi Harus Melahirkan Karya

Sebarkan artikel ini

FAKTAPUBLIK.ID – Menjelang usia ke-27 tahun, Pemerintah Kabupaten Boalemo menjadikan momentum peringatan hari ulang tahun daerah bukan sekadar agenda seremonial, tetapi sebagai ruang untuk mengevaluasi kembali pengabdian aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, S.Sos., M.Si., saat memimpin apel kerja awal bulan Pemerintah Kabupaten Boalemo yang berlangsung di Lapangan Alun-Alun Tilamuta, Rabu (2/9/2026).

Apel kerja tersebut diikuti para Asisten, pimpinan OPD, serta jajaran ASN dan PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boalemo, sebagai bagian dari penguatan konsolidasi aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Lahmuddin mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadikan momentum HUT Kabupaten Boalemo ke-27 sebagai kesempatan untuk melihat kembali apa yang telah dikerjakan, manfaat yang telah diberikan kepada masyarakat, serta karya yang masih harus diwujudkan.

Menurutnya, usia 27 tahun bukan sekadar angka dalam perjalanan sebuah daerah. Di balik perjalanan tersebut terdapat sejarah, perjuangan, berbagai capaian pembangunan, sekaligus tantangan yang masih membutuhkan kerja bersama dari seluruh unsur pemerintahan.

Usia 27 tahun Kabupaten Boalemo bukan sekadar angka. Momentum ini menjadi kesempatan bagi kita untuk melihat kembali apa yang telah dikerjakan, apa yang telah diberikan kepada masyarakat, dan karya apa yang masih harus diwujudkan,” ujar Lahmuddin.

Ia menegaskan, pengabdian seorang aparatur tidak seharusnya berhenti pada rutinitas dan penyelesaian pekerjaan administratif. Lebih dari itu, setiap tugas yang dilaksanakan harus memiliki dampak dan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Terlebih, Kabupaten Boalemo akan genap berusia 27 tahun pada 12 Oktober 2026. Menurut Lahmuddin, perjalanan tersebut merupakan waktu yang cukup panjang untuk menjadi bahan refleksi bagi seluruh aparatur, khususnya dalam melihat sejauh mana tugas dan tanggung jawab telah dijalankan.

Coba kita bertanya kepada diri sendiri, apa yang sudah kita berikan kepada daerah? Apa yang sudah kita lakukan untuk masyarakat? Dan apa yang masih harus kita perbaiki?” katanya.

Pertanyaan tersebut, lanjutnya, bukan sekadar untuk dijawab secara lisan, tetapi perlu menjadi bahan renungan bagi setiap ASN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Lahmuddin berharap, semakin dekatnya peringatan HUT Kabupaten Boalemo ke-27 dapat menjadi momentum untuk membangun semangat baru dalam meningkatkan kinerja, memperkuat pelayanan publik, serta menghadirkan karya yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya kerja bersama dan konsolidasi antarperangkat daerah. Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan kebijakan dan program, tetapi harus didukung oleh kesungguhan seluruh aparatur dalam menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.

Jangan sampai kita hanya terjebak pada rutinitas. Setiap pekerjaan yang kita lakukan harus menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan dapat dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Karena itu, momentum menuju 27 tahun Kabupaten Boalemo diharapkan tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia daerah, tetapi juga menjadi titik untuk memperkuat komitmen seluruh aparatur agar pengabdian yang dijalankan mampu melahirkan karya, pelayanan yang lebih baik, dan manfaat nyata bagi masyarakat. (Ly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *