FAKTAPUBLIK.ID – Penguatan kualitas aparatur menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Boalemo dalam mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang semakin efektif dan profesional. Hal itu dibahas Bupati Boalemo Drs. Rum Pagau saat bersilaturahmi dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Prof. Zudan Arif Fachrullah, Kamis (27/8).
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan Bupati Rum Pagau untuk berkonsultasi mengenai pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya penerapan manajemen talenta dan sistem penilaian kinerja.
Menurut Rum Pagau, pengelolaan ASN perlu dilakukan secara tepat agar setiap aparatur dapat ditempatkan dan dikembangkan sesuai kemampuan, kompetensi, serta kebutuhan organisasi.
Ia menilai, kualitas aparatur memiliki pengaruh besar terhadap jalannya pemerintahan dan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.
“Kita ingin memastikan ASN di Kabupaten Boalemo dikelola secara profesional, objektif, dan sesuai dengan kompetensi masing-masing. ASN adalah kekuatan utama pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Rum Pagau.
Dalam pertemuan itu, manajemen talenta menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian. Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat melihat potensi, kompetensi, dan rekam kinerja ASN sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier maupun penempatan aparatur.
Bagi Rum Pagau, penerapan manajemen talenta penting agar pengembangan karier ASN tidak hanya berorientasi pada aspek administratif, tetapi benar-benar mempertimbangkan kemampuan dan prestasi yang dimiliki masing-masing aparatur.
“Manajemen talenta sangat penting karena melalui sistem ini kita dapat mengetahui potensi setiap ASN. Dengan pemetaan yang baik, penempatan aparatur dapat dilakukan sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi, sehingga roda pemerintahan berjalan lebih optimal,” katanya.
Selain manajemen talenta, Bupati juga membahas sistem penilaian kinerja ASN. Ia berharap penilaian kinerja dapat berjalan secara objektif, terukur, dan transparan, sehingga hasilnya dapat menjadi dasar dalam pembinaan sekaligus pengembangan karier aparatur.
Rum Pagau menekankan bahwa ASN ke depan harus bekerja dengan target dan hasil yang jelas. Menurutnya, budaya kerja birokrasi tidak cukup hanya berorientasi pada rutinitas, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata terhadap pelaksanaan program pemerintah dan pelayanan kepada masyarakat.
“Penilaian kinerja harus benar-benar objektif dan terukur. Setiap ASN harus memahami target kerjanya dan mampu mempertanggungjawabkan hasil yang dicapai. Yang kita bangun adalah budaya kerja yang berorientasi pada hasil dan pelayanan publik,” tegasnya.
Konsultasi dengan Kepala BKN Pusat tersebut diharapkan dapat memberikan arah bagi Pemkab Boalemo dalam membenahi pengelolaan kepegawaian, terutama dalam penerapan sistem merit dan pengembangan aparatur berbasis kompetensi.
Rum Pagau mengatakan, masukan dari BKN akan menjadi bahan penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan kebijakan manajemen ASN dapat diterapkan secara konsisten di lingkungan perangkat daerah.
“Kami sangat mengharapkan arahan dan masukan dari BKN agar pengelolaan ASN di Kabupaten Boalemo semakin baik, transparan, serta benar-benar menerapkan prinsip sistem merit. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan birokrasi yang profesional dan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat Boalemo,” pungkasnya. (Ly)












