Berita

Tak Surut oleh Krisis Air, Lapas Boalemo Buktikan Pertanian Warga Binaan Mampu Hasilkan Panen Semangka Berkualitas

×

Tak Surut oleh Krisis Air, Lapas Boalemo Buktikan Pertanian Warga Binaan Mampu Hasilkan Panen Semangka Berkualitas

Sebarkan artikel ini

FAKTAPUBLIK.ID – Keterbatasan pasokan air tidak menyurutkan semangat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Boalemo dalam mengembangkan sektor pertanian. Melalui program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, lahan yang tersedia berhasil dimanfaatkan menjadi kawasan produktif dengan berbagai komoditas pertanian.

Salah satu hasil yang kini menjadi perhatian adalah panen semangka. Buah yang dibudidayakan oleh warga binaan tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan di lingkungan lapas, tetapi juga mulai diminati masyarakat karena kualitasnya yang dinilai baik.

Kepala Lapas Kelas IIB Boalemo, Agus Risdianto, mengatakan hasil pertanian warga binaan mendapat respons positif dari masyarakat. Bahkan, permintaan terhadap semangka terus berdatangan.

“Alhamdulillah, hasil panen semangka mendapat sambutan yang baik. Saat ini sudah banyak masyarakat yang memesan hasil kebun yang dikelola warga binaan,” ujarnya.

Di balik keberhasilan tersebut, Lapas Boalemo masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber air untuk mendukung kegiatan pertanian. Namun, kondisi itu tidak menghalangi petugas bersama warga binaan untuk terus mengoptimalkan lahan yang tersedia, baik di dalam maupun di sekitar area lapas.

Selain semangka, berbagai komoditas hortikultura juga terus dikembangkan, seperti cabai, tomat, terung, dan kacang-kacangan.
Lapas Boalemo juga mulai membudidayakan padi gogo yang dinilai sesuai dengan karakteristik lahan kering di wilayah tersebut.

Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja Lapas Boalemo, Ronald Baderan, menjelaskan bahwa program pertanian tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan keterampilan bagi warga binaan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan bekal keterampilan di bidang pertanian. Harapannya, setelah selesai menjalani masa pidana, mereka memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja maupun berwirausaha,” jelasnya.

Untuk memperluas pemanfaatan hasil panen, Lapas Boalemo juga telah menjalin kerja sama dengan SPPG dalam penyediaan sejumlah komoditas pertanian, di antaranya terung dan berbagai jenis sayuran.

Program pembinaan ini menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan hukum, tetapi juga membangun kemandirian warga binaan melalui kegiatan produktif yang memberikan manfaat nyata bagi masa depan mereka. (Ly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *