FAKTAPUBLUK.ID — Menekan angka prevalensi anemia pada remaja putri menjadi perhatian Puskesmas Botumoito. Bersama sekolah tingkat SMP dan SMA di Kecamatan Botumoito, Puskesmas melaksanakan skrining kesehatan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) terhadap para remaja putri, Senin, 28 September 2026.
Kepala UPTD Puskesmas Botumoito, Israhmawaty Saripi, S.Tr.Kes., mengatakan skrining tersebut dilakukan untuk mendeteksi secara dini kondisi anemia atau kekurangan darah merah pada remaja.
Ia menjelaskan, batas normal kadar Hb bagi remaja perempuan yang tidak sedang hamil berada di atas 12 g/dL. Jika berada di bawah angka tersebut, remaja dikategorikan mengalami anemia.
Menurut Israhmawaty, kondisi anemia kerap ditandai dengan gejala 5L, yakni lemah, letih, lesu, lelah dan lalai. Keluhan lainnya dapat berupa pusing hingga sulit berkonsentrasi saat belajar.
Skrining tersebut tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan darah. Para siswi juga menjalani pengukuran antropometri berupa berat badan, tinggi badan dan lingkar lengan atas.
Selain pemeriksaan, para remaja putri mendapatkan edukasi atau penyuluhan mengenai gizi seimbang. Puskesmas juga memberikan Tablet Tambah Darah (TTD) sekaligus melakukan sosialisasi mengenai pentingnya mengonsumsi TTD secara rutin satu kali dalam seminggu.
Israhmawaty berharap skrining tersebut dapat meningkatkan kesadaran remaja putri mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan memenuhi kebutuhan zat besi.
Menurutnya, langkah preventif sejak usia remaja penting dilakukan agar mereka dapat terhindar dari berbagai risiko kesehatan di kemudian hari, terutama ketika memasuki fase reproduksi dan kelak menjadi calon ibu.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari langkah Puskesmas Botumoito dalam menekan prevalensi anemia sekaligus mendukung pencegahan stunting melalui perhatian terhadap kesehatan dan status gizi sejak usia remaja. (*) Ly












