Berita

Duta Anti Perkawinan Anak Resmi Dibentuk, Wabup Lahmuddin Hambali Ajak Remaja Berani Suarakan Pencegahan

×

Duta Anti Perkawinan Anak Resmi Dibentuk, Wabup Lahmuddin Hambali Ajak Remaja Berani Suarakan Pencegahan

Sebarkan artikel ini

FAKTAPUBLIK.ID – Upaya mencegah perkawinan anak terus didorong melalui keterlibatan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat. Edukasi sejak usia remaja dinilai penting agar anak memahami risiko perkawinan usia dini sekaligus mampu mengambil keputusan yang lebih baik bagi masa depannya.

Semangat tersebut menjadi bagian dari Pembinaan Duta Anti Perkawinan Anak yang digelar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tilamuta di Aula MTs Negeri 1 Tilamuta, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan yang diikuti para siswa siswa MTs Negeri  1 Tilamuta itu, dibuka oleh Wakil Bupati Boalemo Lahmuddin Hambali, S.Sos., M.Si., serta dihadiri Kepala KUA Kecamatan Tilamuta.

Melalui pembinaan ini, para pelajar tidak hanya diberikan pemahaman mengenai dampak perkawinan anak, tetapi juga diarahkan untuk mengambil peran sebagai penyampai pesan pencegahan di lingkungan sekolah, keluarga maupun pergaulan sebaya.

Dalam sambutannya, Lahmuddin mengapresiasi langkah KUA Kecamatan Tilamuta yang menggagas pembinaan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting karena upaya mencegah perkawinan anak perlu dimulai sejak lingkungan pendidikan.

Lahmuddin meminta para siswa yang menjadi duta agar tidak sekadar menyandang gelar, tetapi benar-benar memahami tanggung jawab yang melekat pada peran tersebut.

“Kalau adik-adik menjadi duta, banyak berkomunikasi dengan ibu, banyak berdiskusi dengan ibu,” ujar Lahmuddin.

Ia juga menyampaikan adanya 48 kasus kekerasan seksual terhadap anak di Boalemo yang disebut banyak terjadi di Kecamatan Wonosari dan Tilamuta. Data tersebut disampaikannya sebagai gambaran bahwa perlindungan terhadap anak membutuhkan perhatian serius dan keterlibatan bersama.

Karena itu, Lahmuddin mengingatkan orang tua untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, terutama ketika memasuki usia remaja. Anak, kata dia, perlu memiliki ruang yang aman untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi agar potensi masalah dapat diketahui dan dicegah sejak dini.

Ia juga meminta orang tua memperhatikan pola pengasuhan serta lingkungan tempat anak tumbuh, termasuk memastikan anak mendapatkan ruang pribadi yang aman dan sesuai dengan usianya.

Kepada para duta, Lahmuddin berpesan agar menjadikan peran tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga masa depan diri sendiri maupun teman sebaya.

“Kalau ingin menjadi orang yang berguna di masa yang akan datang, tanamkan dalam diri sendiri: saya dipilih menjadi salah satu duta untuk menghindari perkawinan dini. Jangan sampai kita justru menjadi pelopor,” tegasnya.

Menurut Lahmuddin, pencegahan perkawinan anak tidak dapat hanya mengandalkan sekolah atau pemerintah. Pengawasan dan pendampingan harus dilakukan bersama oleh keluarga, terutama dalam membangun kedekatan dengan anak sehingga mereka tidak mencari ruang pelarian di luar lingkungan yang aman.

Ia berharap para Duta Anti Perkawinan Anak di Kecamatan Tilamuta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, khususnya dalam mengedukasi teman sebaya mengenai risiko perkawinan anak serta pentingnya menjaga diri dari situasi yang dapat mengancam masa depan.

“Semoga dalam kegiatan pembinaan ini, adik-adik dan para orang tua bisa memahami dampak dari pernikahan anak usia dini,” katanya.

Lahmuddin juga mengajak para pelajar untuk berani menyuarakan pencegahan, mengenali perilaku maupun situasi yang berisiko, serta saling menjaga dalam pergaulan.

“Harapan kita, anak-anak kita dapat tumbuh, belajar dan meraih cita-cita tanpa harus kehilangan masa depan akibat perkawinan dini,” ujarnya.

Pembinaan ini sekaligus memperkuat keberadaan Duta Anti Perkawinan Anak sebagai bagian dari edukasi di kalangan remaja. Sebelumnya, KUA Kecamatan Tilamuta telah menggagas pengukuhan Duta Anti Perkawinan Anak tingkat kecamatan pada Agustus 2026, dengan tujuan mendorong pelajar menjadi penggerak edukasi dan pencegahan di kalangan teman sebaya. (Ly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *