Berita

Kendalikan Risiko Penyakit Kronis, Puskesmas Botumoito Konsisten Optimalkan Program PROLANIS

×

Kendalikan Risiko Penyakit Kronis, Puskesmas Botumoito Konsisten Optimalkan Program PROLANIS

Sebarkan artikel ini

FAKTAPUBLIK.ID – UPTD Puskesmas Botumoito terus mempertegas dedikasi tertingginya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Langkah nyata ini dibuktikan melalui pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) yang digelar secara berkala dan berkesinambungan bagi para penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 dan Hipertensi di wilayah kerja setempat.

Sebagai bagian dari pilar pelayanan BPJS Kesehatan, PROLANIS di Puskesmas Botumoito tidak sekadar menjadi rutinitas medis. Program ini dirancang secara komprehensif guna mendampingi pasien agar mampu mengendalikan penyakitnya secara mandiri dan optimal. Muara dari program ini adalah terjaganya kualitas hidup penderita serta menekan risiko komplikasi fatal yang menghantui.

Kepala UPTD Puskesmas Botumoito, Israhmawaty Saripi, S.Tr.Kes, menegaskan bahwa intervensi yang diberikan tidak hanya bertumpu pada aspek kuratif atau pengobatan semata. Pihaknya justru meletakkan fokus besar pada upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan yang masif.

“Kami ingin membangun kesadaran dan kemandirian pasien. Melalui pendampingan ketat dari tenaga kesehatan, peserta diharapkan memahami betul kondisi tubuhnya, disiplin mengonsumsi obat, dan memiliki disiplin tinggi untuk mengadopsi pola hidup sehat,” ujar Israhmawaty.

Setiap bulannya, tim kesehatan Puskesmas Botumoito bergerak secara terpadu. Rangkaian kegiatan PROLANIS diawali dengan skrining kesehatan yang ketat. Meliputi, Pengukuran tekanan darah secara presisi, pemantauan berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut, pemeriksaan kadar gula darah secara berkala,konsultasi medis tatap muka bersama dokter.

Tidak berhenti di pemeriksaan fisik, para peserta juga dibekali materi edukasi mengenai tata laksana diet seimbang, manajemen aktivitas fisik, serta pemahaman komprehensif mengenai bahaya komplikasi penyakit. Bagi pasien yang membutuhkan penanganan khusus, layanan konseling individual turut disediakan guna memberikan solusi yang spesifik sesuai dinamika klinis masing-masing penderita.

Aspek psikologis dan kebugaran juga menjadi perhatian utama. Agenda PROLANIS secara rutin diselingi dengan sesi senam bersama. Aktivitas fisik yang terukur ini terbukti efektif menjaga kebugaran motorik sekaligus menjadi wadah interaksi sosial yang positif. Kehadiran komunitas ini memberikan dukungan moril dan motivasi psikologis bagi sesama penderita untuk saling menguatkan dalam menjaga kesehatan.

Melalui konsistensi program ini, UPTD Puskesmas Botumoito menargetkan penurunan angka morbiditas akibat komplikasi berat seperti penyakit jantung koroner, stroke, gagal ginjal, hingga retinopati (gangguan penglihatan). Namun, keberhasilan ini diakui memerlukan sinergi dua arah. Inisiatif dan kesadaran penuh dari pasien serta dukungan moral dari pihak keluarga memegang peranan krusial sebagai penentu keberhasilan terapi jangka panjang.

Kedepan, UPTD Puskesmas Botumoito bersama BPJS Kesehatan mengemban misi besar untuk terus melakukan inovasi dan peningkatan mutu pelayanan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem masyarakat Botumoito yang tidak hanya sehat, tetapi juga mandiri, produktif, dan sejahtera. (Ly )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *