FAKTAPUBLIK.ID — Bukan hanya satu nama yang bersinar. Dari arena Karate Open Tournament Kajati Sulut Cup Ke-V, dua bersaudara asal Botumoito ikut membawa pulang medali setelah tampil bersama kontingen Kodam XIII/Merdeka.
Mereka adalah Hafidz dan Pindad, kakak beradik yang sama-sama turun di kelas berbeda dan berhasil mengamankan medali perunggu.
Hafidz meraih medali perunggu pada kelas Kumite -30 Kg Usia Dini Putra. Sementara sang adik, Pindad, juga naik podium setelah merebut medali perunggu pada kelas Kumite -25 Kg Pra Usia Dini Putra.
Dua hasil tersebut menjadi catatan membanggakan bagi SDN 02 Botumoito, Kabupaten Boalemo. Sebab, dari satu sekolah lahir dua karateka muda yang mampu menembus persaingan dalam turnamen karate dan pulang dengan membawa medali.
Bertanding di arena, Hafidz dan Pindad tidak sekadar membawa nama kontingen Kodam XIII/Merdeka. Mereka juga membawa nama sekolah dan daerah asalnya. Keduanya menunjukkan bahwa usia dini bukan penghalang untuk mulai berani berkompetisi dan mengukur kemampuan di arena yang lebih luas.
Di balik penampilan dua bersaudara itu, ada proses latihan yang terus dijalani. Pembinaan tersebut salah satunya berada di bawah arahan Sensei Kapten Czi Samuel Sainyakit, Danki Zeni Yonif TP 915/Bitu’o.
Latihan, disiplin dan keberanian bertanding menjadi bagian yang mengantarkan Hafidz dan Pindad hingga mampu berdiri di podium.
Bagi SDN 02 Botumoito, capaian dua siswanya ini bukan sekadar tambahan koleksi medali. Prestasi tersebut menjadi gambaran bahwa bakat olahraga dapat tumbuh sejak bangku sekolah dasar ketika mendapatkan ruang untuk berkembang dan dukungan yang tepat.
Keduanya merupakan putra dari Serda Tiflif Zagma dan Gustiana Eka Yusuf, S.Pd. Dukungan orang tua turut menjadi bagian penting dalam perjalanan Hafidz dan Pindah menekuni olahraga karate.
Menariknya, keduanya tidak hanya berbagi rumah dan keluarga, tetapi juga berbagi pengalaman di arena pertandingan. Kakak dan adik itu sama-sama berjuang menghadapi lawan di kelas masing-masing hingga akhirnya sama-sama pulang membawa medali perunggu.
Di lingkungan sekolah, Hafidz dan Pindad berada di bawah kepemimpinan Kepala SDN 02 Botumoito, Undrawan Jusuf, S.Pd., M.Pd.
Dua medali perunggu dari dua bersaudara ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi karateka muda Boalemo terus bermunculan. Dari Botumoito, dua anak usia dini berani masuk ke arena, bertarung, dan membuktikan kemampuan mereka.
Hafidz dan Pindad mungkin belum membawa pulang medali emas. Namun, dua medali perunggu yang mereka genggam menjadi bukti bahwa dua karateka muda asal Botumoito itu mampu berdiri tegak di tengah persaingan dan membawa pulang prestasi.
Nama keduanya kini ikut tercatat dalam deretan karateka muda Boalemo yang mampu membawa pulang prestasi dari Karate Open Tournament Kajati Sulut Cup Ke-V. (*) Ly












