FAKTAPUBLIK.ID — Satu lagi nama pelajar asal Kabupaten Boalemo mencuri perhatian di arena Karate Open Tournament Kajati Sulut Cup Ke-V. Ia adalah Suleman Duayahu, siswa kelas XII SMAN 2 Tilamuta yang tampil memperkuat kontingen Kodam XIII/Merdeka.
Suleman tidak sekadar datang untuk bertanding. Ia mampu menunjukkan mental kompetitifnya dengan merebut Juara III dan medali perunggu pada kelas Kumite -67 kilogram Senior Putra.
Prestasi tersebut menjadi catatan membanggakan bagi SMAN 2 Tilamuta. Di tengah ketatnya persaingan karateka dari berbagai daerah, Suleman mampu menjaga fokus hingga mengamankan tempat di podium.
Bagi Suleman, arena pertandingan bukan lagi ruang yang asing. Ia sudah cukup sering mengikuti berbagai turnamen di luar daerah. Pengalaman tersebut membuat mental tandingnya semakin teruji, sekaligus membentuk sikapnya menjadi lebih tenang dan dewasa ketika menghadapi persaingan.

Setiap kali turun ke arena, Suleman tidak hanya membawa kemampuan teknik yang diasah melalui latihan. Ia juga membawa pengalaman dari pertandingan-pertandingan sebelumnya. Hal itu menjadi modal penting ketika harus berhadapan dengan karateka senior di kelas -67 kilogram.
Medali perunggu di Kajati Sulut Cup Ke-V menjadi bukti bahwa pengalaman bertanding di berbagai kejuaraan mulai membentuk dirinya sebagai atlet muda yang semakin matang.
Di balik prestasi tersebut, Suleman juga menjadi bagian dari kontingen Kodam XIII/Merdeka yang tampil di kejuaraan tersebut. Kesempatan memperkuat kontingen ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa SMAN 2 Tilamuta itu untuk mengukur kemampuannya di level persaingan yang lebih luas.
Bertanding bersama kontingen Kodam XIII/Merdeka sekaligus membawa nama SMAN 2 Tilamuta membuat pencapaian Suleman memiliki arti tersendiri. Ia menunjukkan bahwa pelajar dari Boalemo mampu bersaing ketika diberi ruang untuk tampil dan menguji kemampuan.
Yang membuat perjalanan Suleman semakin menarik bukan hanya medali yang diraihnya, tetapi keberaniannya terus mencari pengalaman. Berkali-kali keluar daerah mengikuti turnamen telah membentuk mentalnya untuk tidak mudah gentar menghadapi lawan maupun atmosfer pertandingan.

Kini, satu medali perunggu kembali menjadi bukti dari perjalanan tersebut.
Bagi Suleman, podium di Kajati Sulut Cup Ke-V bukanlah titik berhenti. Justru dari sinilah tantangan berikutnya dimulai. Pengalaman, mental yang semakin matang, serta kedisiplinan dalam latihan menjadi bekal untuk mengejar prestasi yang lebih tinggi.
Suleman Duayahu telah menunjukkan satu hal: untuk menjadi atlet yang kuat, keberanian bertanding harus berjalan bersama mental yang matang. Dari SMAN 2 Tilamuta, ia terus melangkah membawa nama sekolah, daerah, dan kontingen yang diperkuatnya ke arena yang lebih luas. (*) Ly












