FAKTAPUBLIK.ID – Bupati Boalemo, Drs. Rum Pagau, didampingi Wakil Bupati Lahmudin Hambali, S.Sos., M.Si., memberikan pembinaan kepada kepala desa dan perangkat desa se-Kecamatan Wonosari, bertempat di BPU Kecamatan Wonosari, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Boalemo Karyawan Eka Putra Noho, S.Sos., Sekretaris Daerah Prof. Dr. Ir. Nurdin Badrean, S.P., M.Si., serta pimpinan OPD terkait.
Dalam arahannya, Bupati Rum Pagau menegaskan bahwa kepala desa bersama seluruh perangkat desa merupakan motor penggerak utama dalam menjalankan berbagai kebijakan pemerintahan, baik dari tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten.
Menurutnya, kepala desa memiliki kewenangan dalam mengelola pemerintahan di wilayahnya. Karena itu, penguatan kapasitas aparatur desa menjadi penting agar mampu menjalankan tugas secara inovatif, berkarakter dan profesional.
“Kepala desa dan perangkat desa memiliki tugas yang banyak. Karena itu membutuhkan tenaga yang prima, penguasaan tugas yang baik, wawasan yang luas dan tentunya integritas,” tegas Rum Pagau.
Bupati juga mengingatkan seluruh kepala desa agar tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan aturan maupun fakta integritas yang telah disepakati bersama.
Ia bahkan menegaskan tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap kepala desa yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Kalau ada kepala desa yang macam-macam, mohon maaf, saya tidak segan-segan menandatangani pemecatan, apalagi berhubungan dengan hal-hal yang dilarang dalam fakta integritas yang sudah disepakati bersama,” ujarnya.
Selain persoalan integritas, Rum Pagau menekankan pentingnya keadilan dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat. Kepala desa diminta tidak mengutamakan keluarga atau kerabat ketika bantuan pemerintah tiba di desa.
“Jangan ada bantuan datang, keluarganya dulu yang diutamakan. Sesuai ketentuan, kita juga tidak boleh memberikan bantuan secara berulang kepada penerima yang sama,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat Boalemo yang menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.
Ia menyebut Boalemo merupakan salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Provinsi Gorontalo. Namun, di sisi lain, kondisi kesejahteraan masyarakat, khususnya petani, masih menjadi keprihatinan.
“Boalemo ini penghasil jagung terbesar di wilayah Provinsi Gorontalo, tetapi kondisi ekonomi masyarakat kita masih menjadi persoalan. Ada apa sampai demikian? Kita harus introspeksi. Kenapa penghasil jagung terbesar, tetapi petaninya masih miskin? Ini perlu dievaluasi,” ungkapnya.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemkab Boalemo tengah mendorong program pengembangan komoditas perkebunan dan tanaman produktif yang diharapkan dapat memberikan sumber pendapatan jangka panjang bagi masyarakat.
Rum Pagau menyampaikan bahwa pada tahun anggaran 2026, pemerintah daerah akan kembali menyalurkan sekitar 2.000 bibit durian Musang King premium kepada masyarakat. Sebelumnya, sekitar 4.000 bibit telah dibagikan pada tahun 2025.
Selain durian, Boalemo juga akan mendapatkan bantuan sekitar 2.000 bibit kakao dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut akan dilengkapi dengan pengembangan komoditas lainnya, termasuk sawit dan pala.
Bupati berharap program tersebut dapat menjadi salah satu langkah untuk mengubah struktur ekonomi masyarakat Boalemo dalam jangka panjang.
“Insya Allah dengan program yang sudah saya canangkan ini bisa merubah ekonomi masyarakat. Hasilnya memang tidak bisa langsung, tetapi cukup menunggu lima sampai tujuh tahun ke depan,” jelasnya.
Di akhir arahannya, Rum Pagau meminta seluruh kepala desa dan perangkat desa untuk bersama-sama mendukung program pemerintah daerah serta memastikan setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga dengan program yang kami canangkan ini, ekonomi masyarakat Kabupaten Boalemo bisa berubah dan lebih sejahtera. Untuk itu, kami berharap seluruh kepala desa dan perangkat desa dapat mendukung program-program yang sudah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Boalemo,” tutupnya.












