Berita

Bupati Rum Pagau: Disiplin Menjadi Modal Utama untuk Menjadi Pemimpin

×

Bupati Rum Pagau: Disiplin Menjadi Modal Utama untuk Menjadi Pemimpin

Sebarkan artikel ini

FAKTAPUBLIK.ID – Menjadi seorang pemimpin tidak hanya ditentukan oleh jabatan, tetapi berawal dari kemampuan diri, bakat, mental, disiplin, serta kemauan untuk terus belajar dan menambah pengalaman. Pesan tersebut disampaikan Bupati Boalemo Drs. Rum Pagau kepada para calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Boalemo.

Pesan itu disampaikan saat Bupati menghadiri kegiatan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Paskibraka tingkat Kabupaten Boalemo yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di Hotel Citra Ayu, Kamis (13/8/2026).

Di hadapan para peserta, Bupati Rum Pagau menekankan bahwa kepemimpinan sejatinya dapat tumbuh dari dalam diri seseorang. Ada yang lahir dari bakat, ada pula yang mendapat teladan dan pengalaman kepemimpinan dari lingkungan keluarga.

“Untuk menjadi seorang pemimpin lahir dari diri sendiri, dari bakat, atau ada yang turunan dari orang tua. Oleh karena itu, tinggal dikembangkan dengan ilmu dan pengalaman,” ujar Rum Pagau.

Menurutnya, salah satu modal penting dalam membentuk karakter seorang pemimpin adalah kedisiplinan. Mental disiplin yang dibangun sejak dini akan sangat menentukan perjalanan seseorang dalam meraih keberhasilan di masa depan.

“Harus bersyukur karena mulai dilatih mental disiplin. Mental disiplin itu akan menentukan seseorang ke depan. Orang yang berdisiplin tinggi itu pasti akan sukses, tetapi orang yang tidak disiplin tidak mungkin akan sukses,” tegasnya.

Bupati menjelaskan, kepemimpinan sebenarnya telah dimulai dari lingkungan yang paling kecil. Kepala keluarga, misalnya, merupakan pemimpin dalam rumah tangga. Demikian pula kepala dusun, kepala desa, hingga pemimpin pada tingkatan pemerintahan yang lebih tinggi.

“Pemimpin itu dimulai dari lingkungan yang terkecil, yaitu kepala rumah tangga. Lebih luas lagi ada kepala dusun, kepala desa dan seterusnya, juga disebut seorang pemimpin,” jelasnya.

Karena itu, Bupati meminta para anggota Paskibraka memanfaatkan masa pendidikan dan pelatihan tersebut sebagai proses pembentukan karakter. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti bangun tepat waktu, tidur tepat waktu, makan sesuai jadwal, hingga menaati setiap aturan merupakan bagian penting dari latihan kedisiplinan.

“Bersyukurlah terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera, karena sudah ada modal utama. Ini menjadi pembelajaran disiplin kalian. Tidur tepat waktu, bangun tepat waktu, makan pun tepat waktu, itu perlu disyukuri,” tuturnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa tugas sebagai Paskibraka bukan sekadar menjalankan prosesi pengibaran bendera pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari itu, pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para generasi muda dalam membangun karakter dan mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin di masa depan.

“Saya berharap laksanakan tugas ini dengan penuh rasa tanggung jawab, karena kalian akan menjadi generasi penerus. Kalian harus sukses mengibarkan bendera pada tanggal 17 Agustus nanti,” pungkas Rum Pagau.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa di balik tugas mengibarkan Sang Merah Putih, para Paskibraka juga tengah ditempa untuk memiliki mental kuat, disiplin, bertanggung jawab, dan siap mengambil peran dalam perjalanan pembangunan daerah maupun bangsa ke depan. (Ly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *