FAKTAPUBLIK.ID — Langkah nyata dalam merawat dan melestarikan kekayaan bahasa daerah kembali digaungkan di Bumi Boalemo. Program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) sukses mengantarkan para penutur muda terbaik untuk berkompetisi dalam ajang tahunan yang penuh gengsi dan kebanggaan budaya.
Pemerintah Kabupaten Boalemo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, bekerja sama dengan Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, secara resmi membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kabupaten Boalemo Tahun 2026 pada Rabu (4/11/2026). Berpusat di SD Negeri 01 Tilamuta dan SMP Negeri 1 Tilamuta, festival ini menjadi ruang apresiasi sekaligus panggung kreativitas bagi anak-anak berprestasi dalam menunjukkan kebanggaan mereka berbahasa Gorontalo.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo beserta jajaran, para koordinator wilayah bidang pendidikan, ketua K3S dan MKKS, kepala sekolah SD/SMP, koordinator FTBI kecamatan, dewan juri, guru pendamping, serta orang tua murid.
Dalam laporan pembukaannya, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Boalemo, Narti Hambali, S.Pd., menyampaikan bahwa para peserta yang bertanding hari ini merupakan tunas-tunas terbaik yang telah melewati seleksi ketat dan berjenjang.
“Sebelum tiba di tingkat kabupaten hari ini, anak-anak kita telah melewati seleksi di tingkat gugus pada 26 Oktober dan tingkat kecamatan pada 28 Oktober. Peserta yang hadir hari ini adalah Juara I dari tujuh kecamatan, yaitu Tilamuta, Dulupi, Botumoito, Paguyaman, Paguyaman Pantai, Mananggu, dan Wonosari,” ujar Narti Hambali.
FTBI tahun ini melombakan empat cabang utama untuk jenjang SD dan SMP, dengan total delapan mata lomba. Cabang-cabang tersebut meliputi:
Pidato dengan tema “Bahasa lo lipu tuwoto lo madala’u”
Mendongeng yang mengangkat cerita kearifan lokal Gorontalo
Melantunkan Pa’iya lo Hungo lo Poli dengan tema “Sasahabatiya”
Menulis Cerpen dengan tema “Jelajah Gorontalo”
Ketentuan teknis perlombaan berjalan sangat ketat dan disiplin. Untuk lomba pidato, dongeng, dan pa’iya, peserta tampil maksimal 7 menit tanpa membawa teks setelah diberikan waktu persiapan 3 menit. Sementara untuk menulis cerpen, peserta ditantang menulis tangan selama 120 menit tanpa bantuan gawai (smartphone). Seluruh penampilan dinilai secara objektif oleh tiga dewan juri yang berkompeten.
Ajang ini bukan sekadar kompetisi lokal. Juara I dari masing-masing mata lomba hari ini akan langsung mengemban tugas besar untuk mewakili Kabupaten Boalemo pada FTBI Tingkat Provinsi Gorontalo yang akan digelar pada 11–13 November 2026 mendatang.
Boalemo sendiri memiliki rekam jejak yang gemilang pada ajang ini. Target besar pun telah dipasang untuk memperpanjang tren positif tersebut.
“Semoga para tunas bahasa ibu yang akan mewakili Kabupaten Boalemo pada FTBI Tingkat Provinsi Gorontalo mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dan membawa kembali Piala Bergilir yang pada tahun 2024 dan 2025 mampu kita raih dan pertahankan,” tegas Narti Hambali penuh optimisme. (Ly)












