FAKTAPUBLIK.ID, 17 September 2026 — Sebagai wujud komitmen nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan perempuan, Puskesmas Botumoito menggelar aksi nyata pencegahan kanker melalui kegiatan skrining deteksi dini kanker leher rahim pada Kamis, 17 September 2026. Pemeriksaan yang berfokus pada Human Papillomavirus (HPV) ini menyasar para perempuan di wilayah kerja Puskesmas Botumoito guna memutus mata rantai risiko kanker sejak dini.
Kegiatan ini secara khusus bertujuan untuk menemukan adanya infeksi virus HPV secara dini,sebelum virus tersebut sempat memicu perubahan berbahaya pada sel leher rahim sekaligus memperluas edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Dari jalannya pemeriksaan yang berlangsung tertib tersebut, petugas kesehatan di lapangan berhasil mengumpulkan sebanyak 12 spesimen HPV dari para peserta. Seluruh spesimen yang terkumpul kini telah masuk ke tahap laboratorium untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan prosedur medis yang berlaku.
Selain melakukan pemeriksaan fisik, tim medis Puskesmas Botumoito secara aktif memanfaatkan momentum ini untuk berdialog langsung dengan warga. Masyarakat diberikan pemahaman mendalam mengenai faktor risiko kanker leher rahim, pentingnya pemeriksaan rutin, serta langkah-langkah tindak lanjut medis yang harus diambil apabila ditemukan adanya indikasi kelainan pada hasil pemeriksaan.
Menanggapi jalannya kegiatan tersebut, Kepala UPTD Puskesmas Botumoito, Israhmawaty Saripi, S.Tr.Kes, memberikan penegasan kuat mengenai arah dan keberlanjutan program ini. Ia menekankan bahwa skrining ini dirancang sebagai agenda berkelanjutan jangka panjang, bukan sekadar seremonial belaka.
“Tujuan utama kami jelas, ingin perempuan di wilayah kecamatan Botumoito sehat dan selamat dari kanker leher rahim. Kanker ini bisa dicegah. Kuncinya adalah deteksi dini. Jangan tunggu sakit, jangan tunggu ada keluhan. Kami di Puskesmas siap, layanannya ada dan gratis. Datang, periksa, dan lindungi diri sendiri,” tegas Israhmawaty.
Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan besar agar capaian 12 spesimen awal ini mampu menjadi pemicu bagi perempuan-perempuan lain di Botumoito untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi mereka. Menurutnya, angka tersebut merupakan langkah awal yang baik, namun pergerakan ini tidak boleh berhenti di sini. Semakin banyak perempuan yang bersedia diskrining, maka semakin besar pula peluang untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa dari ancaman kanker serviks.
Dengan semangat tersebut, Puskesmas Botumoito berkomitmen penuh untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai layanan promotif dan preventif yang menyentuh langsung kebutuhan mendasar kaum perempuan.
Puskesmas Botumoito Bersama Perempuan, Lawan Kanker Serviks Sejak Dini. (**)












