Berita

Rum Pagau Dorong SNT Terintegrasi di Boalemo, Peluang Ini Jangan Sampai Tidak Dimanfaatkan

×

Rum Pagau Dorong SNT Terintegrasi di Boalemo, Peluang Ini Jangan Sampai Tidak Dimanfaatkan

Sebarkan artikel ini

FAKTAPUBLIK.ID – Pemerintah Kabupaten Boalemo terus mendorong terwujudnya Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sebagai salah satu upaya menghadirkan pendidikan unggulan yang terintegrasi dengan potensi daerah.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan Bupati Boalemo Drs. Rum Pagau saat membahas kesiapan daerah dalam mendukung program SNT bersama jajaran terkait dalam Focus Group Discussion (FGD) verifikasi dan validasi lapangan, yang berlangsung di Kantor Bapppeda Kabupaten Boalemo, Selasa (19/5/2026).

Didampingi Sekretaris Daerah Prof. Dr. Ir. Nurdin Baderan, S.P., M.Si. dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bupati Rum Pagau menilai program tersebut menjadi momentum penting untuk mewujudkan gagasan sekolah unggulan yang telah lama diimpikannya.

Rum Pagau mengungkapkan, gagasan menghadirkan sekolah unggulan di setiap kecamatan di Kabupaten Boalemo sebenarnya telah direncanakan sejak 2012.

“Program ini sudah direncanakan sejak tahun 2012, sebab saya menginginkan setiap kecamatan itu ada sekolah unggulan di wilayah Boalemo,” ungkap Rum Pagau.

Menurutnya, hadirnya program SNT menjadi peluang besar bagi Boalemo untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Karena itu, ia meminta seluruh pihak tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah terbuka.

“Alhamdulillah, sudah datang sendiri. Peluang ini jangan sampai tidak dimanfaatkan. Ini harapan kita bersama yang harus diwujudkan,” tegasnya.

Rum Pagau juga menekankan agar konsep SNT nantinya tidak hanya berorientasi pada pendidikan akademik, tetapi disesuaikan dengan potensi dan karakteristik daerah.

Ia menyebut sektor perkebunan, pertanian dan peternakan merupakan potensi penting yang dapat dikembangkan dalam lingkungan pendidikan SNT. Bahkan, pemerintah daerah siap menyiapkan lahan yang dapat dimanfaatkan sebagai area praktik bagi para siswa.

“Apa lagi program di Boalemo itu perkebunan, pertanian dan peternakan. Bahkan saya akan menyiapkan lahan untuk perkebunan,” ujarnya.

Untuk mempercepat realisasi program tersebut, Bupati meminta seluruh OPD terkait agar proaktif dalam menyiapkan berbagai dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan.

“OPD yang berkaitan dengan program ini harus proaktif untuk melengkapi dokumen apa saja yang diperlukan demi mewujudkan Sekolah Nasional Terintegrasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPMP Gorontalo Rudi Saifullah menjelaskan bahwa pembangunan SNT merupakan bagian dari arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar sekolah dengan konsep tersebut dapat hadir di seluruh kecamatan di Indonesia.

Menurutnya, SNT dirancang dengan konsep pendidikan yang lebih luas dan berstandar tinggi. Bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa wajib, sementara siswa nantinya akan mendapatkan pembelajaran bahasa asing seperti Bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Arab hingga Prancis.

Selain penguatan bahasa, pendidikan SNT juga akan memberikan perhatian besar terhadap bidang sains dan teknologi.

Sekolah tersebut juga akan dilengkapi lahan praktik pertanian, peternakan dan perkebunan sehingga siswa tidak hanya memperoleh pembelajaran teori, tetapi juga pengalaman praktik secara langsung.

“Makanya Kementerian menerjemahkan arahan-arahan Bapak Presiden. Sekolah Nasional Terintegrasi ini akan dibangun dan berada dalam satu manajemen tata kelola, di mana ada direktur yang membawahi kepala-kepala sekolah,” jelas Rudi.

Ia menambahkan, para guru di Boalemo juga memiliki kesempatan untuk mengikuti proses seleksi sebagai direktur maupun kepala sekolah dalam penyelenggaraan SNT tersebut.

Dengan konsep pendidikan yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, SNT diharapkan mampu menghadirkan pendidikan berkualitas tinggi yang memiliki standar setara sekolah internasional.

Bagi Pemkab Boalemo, peluang tersebut menjadi momentum penting untuk membangun sumber daya manusia sekaligus mengintegrasikan pendidikan dengan potensi unggulan daerah. Jika terealisasi, SNT diharapkan tidak hanya mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan potensi ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *