FAKTA PUBLIK. ID – Setiap anak berhak tumbuh sehat. Namun bagi sebagian keluarga, harapan itu tidak cukup hanya dengan doa dan perhatian orang tua. Ia membutuhkan pendampingan yang konsisten, kepedulian banyak pihak, serta kerja bersama yang tidak berhenti pada satu program. Semangat itulah yang selama ini dibangun UPTD Puskesmas Botumoito bersama pemerintah daerah, TP PKK, dan berbagai unsur lintas sektor dalam mengawal penanganan stunting di Kecamatan Botumoito.
Kolaborasi itu kembali terlihat saat TP PKK Provinsi Gorontalo menyalurkan bantuan kepada 66 anak stunting melalui TP PKK Kabupaten Boalemo. Bantuan tersebut bukan sekadar menjadi dukungan pemenuhan gizi bagi anak-anak penerima, tetapi juga memperkuat ikhtiar yang selama ini terus dilakukan dalam mempercepat penurunan angka stunting di wilayah Kecamatan Botumoito.

Bagi UPTD Puskesmas Botumoito, setiap bantuan yang hadir memiliki arti lebih dari sekadar paket yang diterima keluarga sasaran. Di baliknya terdapat kepedulian yang memberi semangat bagi tenaga kesehatan untuk terus mendampingi keluarga, memantau tumbuh kembang anak, dan memastikan setiap intervensi berjalan secara berkelanjutan.
Saat dihubungi melalui WhatsApp pada Senin malam (27/7/2026) untuk dimintai keterangan mengenai kegiatan tersebut, Kepala UPTD Puskesmas Botumoito, Israhmawaty Saripi, S.Tr.Kes., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TP PKK Provinsi Gorontalo serta TP PKK Kabupaten Boalemo atas dukungan yang diberikan kepada anak-anak stunting di Kecamatan Botumoito.
Menurut Israhmawaty, bantuan tersebut diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak penerima. Ia menilai, perhatian yang diberikan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga menjadi bukti bahwa penanganan stunting akan lebih kuat ketika berbagai pihak memilih berjalan dalam tujuan yang sama.
Baginya, bantuan yang disalurkan TP PKK Provinsi Gorontalo merupakan wujud nyata sinergi lintas sektor dalam mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan status gizi anak, khususnya di wilayah kerja UPTD Puskesmas Botumoito.
Namun, ia mengingatkan bahwa penanganan stunting tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Pekerjaan yang sesungguhnya justru berlangsung setelah itu, ketika keluarga terus didampingi agar setiap anak memperoleh perhatian sesuai kebutuhan tumbuh kembangnya.
Karena itu, Puskesmas Botumoito tetap berkomitmen mendampingi keluarga sasaran melalui edukasi, pemantauan status gizi, serta pelayanan kesehatan yang dilakukan secara berkesinambungan. Menurutnya, pendampingan yang konsisten menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program penanganan stunting memberikan hasil yang nyata.

Israhmawaty juga optimistis kolaborasi yang telah terbangun antara pemerintah, TP PKK, tenaga kesehatan, dan masyarakat akan terus memperkuat langkah bersama dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kecamatan Botumoito.
“Ketika seluruh unsur bergerak bersama, kami optimistis percepatan penurunan angka stunting dapat terwujud demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Israhmawaty mengungkapkan bahwa dukungan lintas sektor selama ini telah menjadi kekuatan penting bagi UPTD Puskesmas Botumoito dalam menjalankan berbagai program penanganan stunting di Kecamatan Botumoito. Menurutnya, kerja sama yang terus terjalin membuat Puskesmas tidak berjalan sendiri dalam mendampingi keluarga sasaran, melainkan saling menguatkan dengan seluruh pemangku kepentingan yang memiliki kepedulian yang sama terhadap masa depan anak-anak.
Pendistribusian bantuan tersebut dihadiri oleh Staf Ahli TP PKK Provinsi Gorontalo yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Gorontalo bersama jajaran pengurus TP PKK Provinsi Gorontalo.
Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Boalemo Ny. Hj. Hartati Wahab Moha Pagau, S.Pd., M.Si., Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Boalemo Ny. Hj. Rina Sarkam Hambali, S.T., pengurus Pokja IV TP PKK Kabupaten Boalemo dan Kecamatan Botumoito, Camat Botumoito bersama Ketua TP PKK Kecamatan Botumoito, pejabat fungsional dan struktural dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial PMD, serta Dinas Pendidikan, Kepala UPTD Puskesmas Botumoito bersama penanggung jawab program terintegrasi, serta orang tua bersama 66 anak penerima bantuan.












