FAKTAPUBLIK. ID — Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 2 Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, Kamis (22/10/2026), menetapkan pasangan nomor urut 1, Dimas N djoingo dan Putri S Mohammad, sebagai pemimpin OSIS terpilih.
Keduanya memperoleh kepercayaan melalui pemungutan suara yang diikuti tiga pasangan calon. Selain pasangan nomor urut 1, pemilihan tersebut diikuti Fitrianti Kaluku dan Saidah Daud sebagai pasangan nomor urut 2, serta Silvana Tahir dan Regina Putri Husain sebagai pasangan nomor urut 3.
Kegiatan berlangsung tertib hingga tahap penghitungan suara. Lebih dari sekadar memilih pemimpin organisasi siswa, proses ini menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk mengenal praktik demokrasi secara langsung, mulai dari menentukan pilihan hingga menghormati hasil pemilihan.

Pelaksanaan pemilihan didahului dengan persiapan panitia, mulai dari penataan administrasi, pengaturan tahapan kegiatan, hingga penyediaan perlengkapan untuk pemungutan dan penghitungan suara. Persiapan tersebut menjadi bagian penting untuk mendukung pelaksanaan pemilihan yang tertib dan sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan.
Pembina OSIS SMA Negeri 2 Tilamuta, Djamaludin Kamba, S.Pd., memberikan arahan dan bimbingan selama pelaksanaan kegiatan. Dukungan juga datang dari kepala sekolah, Dr. La Ode Sultan,S.Pd,M.Pd, dewan guru, dan tenaga kependidikan.
Keterlibatan pihak sekolah tidak hanya mendukung kelancaran kegiatan, tetapi juga menguatkan fungsi pemilihan OSIS sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kepemimpinan siswa.
Melalui proses tersebut, siswa dapat memahami bahwa pemilihan yang baik membutuhkan persiapan, aturan yang jelas, tanggung jawab penyelenggara, serta penghormatan terhadap hak setiap pemilih.

Amanah Baru bagi Pasangan Terpilih
Terpilihnya Dimas N djoingo sebagai Ketua OSIS dan Putri S Mohammad sebagai Wakil Ketua OSIS menjadi awal dari tanggung jawab baru. Kepercayaan yang diberikan oleh para siswa perlu diwujudkan melalui program kerja yang bermanfaat, keterbukaan terhadap aspirasi, dan kerja sama dengan seluruh warga sekolah.
Kepemimpinan OSIS bukan semata-mata tentang menduduki jabatan, melainkan tentang kesediaan mendengar, mengambil keputusan, dan menjalankan tanggung jawab demi kepentingan bersama.
Karena itu, keberhasilan pasangan terpilih nantinya tidak hanya dilihat dari program yang disampaikan saat pencalonan, tetapi juga dari kesungguhan mereka dalam merealisasikan program tersebut.

Tidak Terpilih Bukan Berarti Berhenti Berkontribusi
Bagi pasangan Fitrianti Kaluku–Saidah Daud dan Silvana Tahir–Regina Putri Husain, berakhirnya pemilihan bukan berarti tertutupnya kesempatan untuk berkontribusi bagi sekolah.
Keberanian untuk mencalonkan diri, menyampaikan gagasan, dan mengambil bagian dalam proses demokrasi merupakan pengalaman yang bernilai. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan berorganisasi, memperluas wawasan kepemimpinan, dan mempersiapkan diri menghadapi tanggung jawab berikutnya.
Gagasan yang baik pun tidak harus berhenti ketika seseorang belum terpilih. Setiap siswa tetap dapat menyampaikan aspirasi, terlibat dalam kegiatan positif, dan memberikan sumbangsih sesuai kemampuan masing-masing.
Dalam demokrasi, hasil pemilihan menentukan siapa yang mendapat kepercayaan untuk memimpin, tetapi tidak membatasi kesempatan orang lain untuk berbuat baik.

Menghargai Pilihan, Menjaga Kebersamaan
Pemilihan OSIS di SMA Negeri 2 Tilamuta memberikan pelajaran bahwa perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar. Setiap siswa memiliki hak untuk menentukan pilihannya, sementara semua pihak memiliki tanggung jawab menjaga hubungan baik setelah hasil pemilihan ditetapkan.
Pasangan terpilih perlu menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh, sedangkan pasangan yang belum terpilih tetap memiliki ruang untuk berkontribusi. Dukungan dan partisipasi seluruh siswa akan menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang bermanfaat bagi lingkungan sekolah.

Pada akhirnya, pembelajaran demokrasi tidak berhenti ketika penghitungan suara selesai. Nilai sesungguhnya terlihat dari bagaimana pemimpin menjalankan amanah, bagaimana siswa menghargai perbedaan, dan bagaimana seluruh pihak tetap bekerja sama demi kepentingan bersama.
Pemilihan ini pun menjadi pengalaman bagi siswa SMA Negeri 2 Tilamuta untuk memahami bahwa demokrasi bukan hanya tentang menentukan siapa yang terpilih, tetapi juga tentang belajar bertanggung jawab, menghormati pilihan, dan menjaga kebersamaan. (*)












