FAKTAPUBLIK.ID — Dalam momentum memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 yang mengusung tema “Sehat Bersama Indonesia Maju”, UPTD Puskesmas Botumoito mengambil langkah progresif untuk melindungi kesehatan kaum perempuan di wilayah kecamatan Botumoito dengan menggelar layanan Keluarga Berencana (KB) serta skrining HPV DNA secara cepat, nyaman, dan gratis di Aula Puskesmas pada Selasa (27/10/2026).
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Puskesmas Botumoito dalam memperkuat upaya promotif dan preventif, khususnya dalam memutus mata rantai kanker serviks yang menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan reproduksi wanita.
Dobrak Stigma: Jangan Malu dan Takut Periksa Demi Masa Depan
Kepala UPTD Puskesmas Botumoito, Israhmawaty Saripi, S.Tr.Kes., secara terbuka menyuarakan ajakannya kepada seluruh perempuan hebat untuk tidak lagi menunda pemeriksaan dini. Ia mengakui bahwa selama ini rasa malu dan ketakutan masih menjadi penghalang utama bagi perempuan untuk melakukan skrining rahim.
“Melalui momentum HKN ke-62 ini, kami ingin mengubah mindset (pola pikir) semua perempuan, di mana pun berada. Jangan malu dan jangan takut untuk melakukan pemeriksaan dini kanker rahim. Deteksi dini adalah langkah paling krusial untuk kesehatan perempuan. Jika ada perubahan yang berisiko berkembang menjadi kanker, kita bisa menanganinya lebih awal,” tegas Israhmawaty.
Ia menambahkan bahwa layanan skrining HPV DNA yang disediakan di Puskesmas Botumoito dijamin berjalan dengan pelayanan yang ramah, privasi terjaga, dan sama sekali tidak dipungut biaya.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Keberhasilan
Program skrining massal ini tidak hanya fokus pada pencegahan kanker serviks melalui deteksi infeksi HPV, tetapi juga diintegrasikan dengan pelayanan KB gratis. Layanan KB ini bertujuan untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, menjaga kesehatan ibu dan anak, mengatur jarak kelahiran, hingga meningkatkan kualitas hidup keluarga secara keseluruhan.
Demi menyukseskan gerakan hidup sehat ini, Israhmawaty mengimbau masyarakat untuk lebih aktif mencari informasi kepada petugas kesehatan terdekat, baik mengenai persyaratan, jadwal, maupun alur pelayanan di Puskesmas Botumoito. Ia percaya, kesadaran individu yang didukung oleh gerakan kolektif akan membawa dampak besar bagi derajat kesehatan daerah.
“Saya kira dengan dukungan penuh dari masyarakat, keaktifan para kader, serta sinergi lintas sektor, tidak ada hal yang tidak mungkin. Bersama pasti bisa! Itu adalah semboyan saya dari dulu. Mari kita pastikan perempuan-perempuan kita sehat demi Indonesia yang maju,” pungkasnya optimistis. (Ly)












