FAKTAPUBLIK.ID – Memasuki usia lanjut bukan berarti berhenti belajar dan berkarya. Justru pada fase kehidupan ini, pengetahuan tentang kesehatan, kemandirian, kehidupan sosial hingga penguatan mental dan spiritual menjadi bekal penting agar para lansia tetap aktif serta memiliki kualitas hidup yang baik.
Semangat tersebut tergambar dalam Wisuda Sekolah Lansia Berkah Desa Tapadaa, Kecamatan Botumoito, yang menjadi ruang apresiasi bagi para lansia yang telah mengikuti proses pembelajaran dan pembinaan. Program Sekolah Lansia sendiri telah mulai dikembangkan di Desa Tapadaa sejak 2025 melalui fasilitasi Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo.
Kegiatan wisuda berlangsung di Hotel Grand Amalia, Desa Modelomo, Kecamatan Tilamuta, Jumat (25/9/2026) dan dihadiri Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali, S.Sos., M.Si.
Sebanyak 29 ibu-ibu lansia dinyatakan mengikuti wisuda setelah menjalani proses pendidikan di Sekolah Lansia Berkah Tapadaa.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, S.Sos, M.Si, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo Tenny Calvenny Soriton, S.Sos., MM, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Boalemo Dr. Robert Pauweni, S.KM., M.Kes., Kepala Dinas Sosial dan PMD Syarifudin Lamusu, SE., MM, Kepala UPTD Puskesmas Botumoito, Israhmawaty Saripi, S.Tr.Kes,serta Kepala Desa Tapadaa.
Dalam sambutannya, Lahmuddin Hambali menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Tapadaa bersama seluruh jajaran yang telah memberikan ruang bagi para lansia untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
“Atas nama Pemerintah Daerah, saya menyampaikan selamat dan rasa bangga kepada ibu-ibu peserta wisuda. Ini membuktikan bahwa usia bukan menjadi penghalang untuk belajar, berkarya dan mengembangkan diri,” ujar Lahmudin.
Menurutnya, Sekolah Lansia tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama untuk membangun kehidupan lansia yang sehat, mandiri, produktif dan bermartabat.
Melalui program tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan yang mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan fisik dan mental, spiritual hingga kehidupan sosial.
Lahmuddin juga mengajak para peserta wisuda agar tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Lansia. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan kembali kepada keluarga maupun masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Jadilah agen perubahan di tengah-tengah masyarakat. Tularkan semangat hidup sehat, pola pikir positif dan energi kebahagiaan kepada keluarga serta tetangga di lingkungan masing-masing,” pesannya.
Ia berharap ilmu yang diperoleh selama mengikuti Sekolah Lansia dapat memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari, sehingga para lansia tetap sehat, aktif dan memiliki semangat menjalani kehidupan.
“Semoga ilmu yang diperoleh selama mengikuti pendidikan di sekolah dapat menjadikan tubuh semakin sehat, hati semakin gembira dan usia semakin panjang,” tutur Lahmuddin.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat semangat pemberdayaan lansia sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang sejahtera.
Mari terus gelorakan semangat lansia sehat, lansia tangguh dan masyarakat sejahtera,” pungkasnya. ( Ly)












