FAKTAPUBLIK.ID — Pentas seni yang digelar Rema Muda Lahumbo bersama mahasiswa KKN Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi berakhir. Kegiatan yang berlangsung di Desa Lahumbo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo itu ditutup Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, Senin malam (14/9/2026).
Dalam sambutannya, Lahmuddin mengapresiasi mahasiswa KKN UNG dan Rema Muda Lahumbo yang telah bekerja sama hingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar.
Namun, di balik suasana penutupan, Lahmuddin membawa sejumlah pesan yang lebih jauh dari sekadar kegiatan seni. Ia menyoroti persoalan yang menyentuh kehidupan anak-anak dan keluarga di Kabupaten Boalemo.
Salah satunya berkaitan dengan surat edaran yang telah dikeluarkan pemerintah beberapa bulan sebelumnya. Lahmuddin kembali mengingatkan adanya larangan terhadap laki-laki yang mengenakan pakaian perempuan dengan mempertontonkan gerakan tubuh secara vulgar dan dinilai bertentangan dengan nilai agama.
Menurut Lahmuddin, persoalan tersebut perlu diperhatikan karena kegiatan seperti pentas seni juga disaksikan anak-anak.
“Yang nonton ini kan ada anak-anak. Kalau anak-anak lihat laki-laki pakai daster, jangan sampai ada di antara mereka laki-laki yang ikut berpakaian perempuan karena dianggap wajar,” kata Lahmuddin.
Pesan berikutnya yang mendapat perhatian serius adalah persoalan kekerasan seksual terhadap anak. Lahmuddin mengungkapkan, kasus tersebut masih terjadi di sejumlah desa di Kabupaten Boalemo.
Bahkan, kata dia, terdapat anak yang masih duduk di kelas dua sekolah dasar yang telah menjadi korban pelecehan seksual.
Ia juga menyinggung adanya kasus kekerasan seksual yang dilakukan orang tua kandung terhadap anaknya sendiri.
“Setiap kali pertemuan dengan kepala-kepala desa, masalah ini terus kami tekankan. Mohon kerja samanya, jangan lagi kekerasan seksual terhadap anak terjadi lagi,” ujarnya.
Lahmuddin menegaskan, perlindungan anak membutuhkan perhatian dan keterlibatan bersama. Kepala desa, aparat desa, keluarga hingga masyarakat perlu mengambil peran dalam mengawasi dan melindungi anak.
Ia juga meminta para ketua TP PKK di tingkat desa ikut memperhatikan kondisi anak-anak, termasuk lingkungan tempat mereka tumbuh.
“Ketuanya TP PKK di Boalemo juga selalu kami ingatkan, awasi anak-anak, pantau anak-anak, terutama yang masih tidur satu kamar orang tuanya dengan anak-anaknya,” tegasnya.
Menurut Lahmuddin, pemerintah daerah akan membahas persoalan kekerasan terhadap anak bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam rapat yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.
Selain kekerasan seksual, Lahmuddin turut mengingatkan persoalan pernikahan dini yang masih perlu mendapat perhatian bersama.
Ia meminta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama aparat desa segera membicarakan langkah pencegahan agar persoalan tersebut tidak terus berulang.
“Mari kita mengatasi masalah ini secara bersama-sama. BPD dan aparat desa segera melakukan rapat membahas pencegahan masalah ini,” tutupnya.
Pentas seni Lahumbo pun berakhir bukan hanya dengan panggung hiburan. Dari acara yang digerakkan anak-anak muda desa bersama mahasiswa UNG itu, Lahmuddin menitipkan pesan agar desa juga menjadi ruang yang aman bagi tumbuhnya generasi muda. (*) ly












