FAKTAPUBLIK.ID — Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Desa Lahumbo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, perlahan membangun kedekatan dengan masyarakat. Bukan hanya melalui program pengabdian yang dibawa dari kampus, tetapi juga lewat kegiatan-kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dengan warga secara langsung.
Salah satunya kegiatan kesenian yang mendapat dukungan penuh dari masyarakat Desa Lahumbo. Para rema muda menjadi salah satu kelompok yang paling terlihat terlibat membantu mahasiswa KKN menyiapkan kegiatan tersebut.

Kebersamaan itu tampak saat mahasiswa bersama masyarakat melakukan pembuatan panggung kesenian. Sejak proses awal, para rema muda turun tangan membantu mencari dan menyiapkan bahan hingga mengerjakan panggung di lokasi.
Menariknya, dukungan tersebut juga datang langsung dari Kepala Desa Lahumbo, Risman Tabulu. Ia tidak hanya memberikan dukungan sebagai pemerintah desa, tetapi ikut berada di tengah masyarakat dan bekerja bersama para rema muda.
Berdasarkan pantauan wartawan FAKTAPUBLIK.ID, Kepala Desa Risman ikut menuju kawasan perkebunan untuk mengambil bambu yang akan digunakan dalam pembuatan panggung. Setelah bambu diperoleh, ia ikut memikul salah satu batang bambu dan membawanya menuju lokasi.
Risman dalam kegiatan itu didampingi Kepala Dusun Yasir Asabi serta sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda, di antaranya Muhlis Nihe dan Arkama Ladjiku yang akrab disapa Hanu.
Pemandangan tersebut membuat suasana pembuatan panggung berlangsung dalam nuansa gotong royong. Mahasiswa KKN, rema muda, tokoh masyarakat hingga pemerintah desa berada dalam satu pekerjaan yang sama.
Kedekatan seperti itu menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa KKN selama menjalankan pengabdian di Desa Lahumbo. Para mahasiswa dari berbagai jurusan strata satu tersebut dijadwalkan berada di Lahumbo selama 45 hari untuk melaksanakan program KKN sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Selain menjalankan sejumlah program unggulan yang telah dipersiapkan dari kampus, mahasiswa juga membuka ruang kegiatan tambahan yang melibatkan masyarakat, termasuk kegiatan kesenian.
Bagi warga Lahumbo, kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya menjadi aktivitas mahasiswa di lingkungan desa. Interaksi yang terbangun membuat mahasiswa dan masyarakat dapat bekerja bersama dalam suasana yang lebih dekat dan terbuka.
Hingga Jumat malam, 4 September 2026, pembuatan panggung masih berlangsung. Pekerjaan diperkirakan berlanjut hingga sekitar pukul 02.00 WITA, termasuk penyelesaian dekorasi panggung.
Di tengah pekerjaan yang berlangsung hingga larut malam itu, dukungan masyarakat terlihat bukan sekadar dalam bentuk ucapan. Para rema muda turun langsung, tokoh masyarakat ikut membantu, dan Kepala Desa Risman Tabulu memilih berada di tengah mereka.
Panggung itu mungkin hanya dibuat untuk sebuah kegiatan kesenian. Namun dari proses pembuatannya, terlihat bagaimana mahasiswa KKN dan masyarakat Lahumbo membangun kebersamaan melalui kerja nyata. (*) Ly












