FAKTAPUBLIK.ID – Di tengah berbagai tantangan dalam pelayanan kesehatan tingkat dasar, setiap puskesmas memiliki cara masing-masing dalam menjaga kualitas layanan dan kinerjanya. UPTD Puskesmas Botumoito, Kabupaten Boalemo, menjadi salah satu yang menunjukkan bahwa keterbatasan tidak selalu menjadi penghalang untuk terus melahirkan prestasi.
Dalam beberapa waktu terakhir, nama Puskesmas Botumoito terus mencuri perhatian lewat berbagai capaian yang diraih tenaga kesehatannya. Mulai dari penghargaan Pengelola Sistem Imunisasi Digital (SMILE) Terbaik tingkat Provinsi Gorontalo, kemudian prestasi Evan Efendi Hadia sebagai Pengelola Program dengan Penemuan Kusta Terbaik pada pelatihan di Manado, hingga terbaru penghargaan yang diraih Isran Karim sebagai Peserta Terbaik 2 pada Pelatihan Pengawasan Keamanan Pangan Siap Saji Berbasis Risiko bagi Tenaga Sanitasi Lingkungan.
Rentetan capaian tersebut memperlihatkan satu hal penting bahwa Puskesmas Botumoito sedang membangun tradisi prestasi.
Apa yang terjadi di puskesmas ini dinilai bukan sekadar keberuntungan atau hasil kerja sesaat. Ada budaya kerja yang terus dibangun secara perlahan, yakni, budaya belajar, saling mendukung, dan dorongan untuk berkembang.
Banyak pihak menilai, keberhasilan demi keberhasilan yang terus hadir dari Puskesmas Botumoito tidak bisa dilepaskan dari sosok Kepala UPTD Puskesmas Botumoito, Israhmawaty Saripi, S.Tr.Kes. Ia dikenal sebagai pemimpin yang tidak menciptakan jarak dengan bawahannya.
Dalam keseharian, Israhmawaty disebut lebih memilih membangun hubungan kerja yang hangat, terbuka, dan penuh semangat kebersamaan. Cara kepemimpinan seperti itu membuat banyak tenaga kesehatan merasa dihargai, didengar, dan memiliki ruang untuk berkembang.
Tidak sedikit pula masyarakat yang menilai bahwa sosoknya mampu menyatu dengan lingkungan sekitar. Ia hadir bukan hanya sebagai kepala puskesmas, tetapi juga sebagai figur yang dekat dengan masyarakat dan memahami kebutuhan pelayanan kesehatan di lapangan.
Di balik ketegasan dalam memimpin, Israhmawaty juga dikenal memiliki cara pandang yang positif dalam membangun tim. Ia dipercaya sebagai sosok yang selalu mendorong bawahannya untuk maju, memberi motivasi tanpa menciptakan tekanan berlebihan, serta membangun semangat kerja dengan pendekatan yang lebih manusiawi.
Karena itu, muncul pandangan dari berbagai kalangan bahwa mencari figur pengganti dengan karakter kepemimpinan Israhmawaty bukanlah hal mudah. Sebab yang dibangun bukan hanya sistem kerja, tetapi juga rasa kebersamaan dan kepercayaan di lingkungan kerja.
Prestasi yang terus lahir dari Puskesmas Botumoito hari ini seakan menjadi jawaban bahwa pelayanan kesehatan yang kuat tidak hanya dibentuk oleh fasilitas, tetapi juga oleh kepemimpinan yang mampu menyalakan semangat orang-orang di dalamnya.
Di tengah dinamika pelayanan kesehatan yang semakin berkembang, Puskesmas Botumoito kini tidak hanya dikenal sebagai tempat pelayanan masyarakat, tetapi juga dipandang sebagai institusi yang berhasil melahirkan tenaga kesehatan berprestasi dan berdaya saing. (*) Farlan












