BoalemoNasionalProvinsi Gorontalo

Di Antara Obat dan Doa, Majelis Ta’lim Menjadi Cara Tenaga Kesehatan Puskesmas Botumoito Menjaga Hati

×

Di Antara Obat dan Doa, Majelis Ta’lim Menjadi Cara Tenaga Kesehatan Puskesmas Botumoito Menjaga Hati

Sebarkan artikel ini

FAKTAPUBLIK.ID – Di tengah tuntutan pelayanan kesehatan yang kian kompleks, UPTD Puskesmas Botumoito menghadirkan pendekatan yang tidak biasa. Tidak hanya berfokus pada aspek medis, institusi ini juga menanamkan nilai spiritual sebagai bagian dari budaya kerja yang terus dijaga konsistensinya.

Komitmen itu kembali terlihat pada pelaksanaan Majelis Ta’lim yang digelar pada Kamis, 16 April 2026, di aula Puskesmas Botumoito. Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari rutinitas bulanan yang telah mengakar di lingkungan kerja.

Di bawah kepemimpinan Kepala Puskesmas Israhmawati Saripi, S.Tr., Kes., Majelis Ta’lim berkembang menjadi ruang pembinaan yang memperkuat integritas dan etos kerja tenaga kesehatan. Seluruh petugas, tanpa terkecuali, terlibat aktif dalam kegiatan ini—menunjukkan bahwa nilai spiritual telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pelayanan yang dibangun.

“Alhamdulillah kegiatan majelis taklim bisa terselenggara dengan baik. Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana serta seluruh tenaga kesehatan dan karyawan yang terus konsisten melaksanakan kegiatan ini. Ini adalah wadah untuk menambah ilmu agama dan menguatkan iman, yang menjadi fondasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkap Israhmawati.

Konsistensi pelaksanaan Majelis Ta’lim setiap bulan mencerminkan arah kepemimpinan yang tidak hanya menekankan profesionalitas, tetapi juga keseimbangan nilai. Dalam konteks pelayanan publik, pendekatan ini menjadi penting, mengingat tenaga kesehatan tidak hanya dituntut untuk tepat dalam tindakan, tetapi juga hadir dengan empati.

Majelis Ta’lim, dalam hal ini, berfungsi sebagai ruang refleksi. Di tengah dinamika pelayanan yang sering kali menuntut kecepatan dan ketepatan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan juga ditentukan oleh ketenangan batin dan kejernihan sikap. Lebih dari itu, partisipasi aktif seluruh tenaga kesehatan menunjukkan adanya budaya kerja kolektif yang dibangun atas dasar kesadaran, bukan sekadar kewajiban.

Ini menjadi indikator bahwa nilai yang ditanamkan tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi telah hidup dalam praktik sehari-hari. Dengan pola pembinaan yang berkelanjutan, Puskesmas Botumoito perlahan membentuk identitas sebagai institusi pelayanan kesehatan yang utuh. Tidak hanya mengedepankan aspek teknis, tetapi juga memperkuat dimensi kemanusiaan dalam setiap layanan yang diberikan.

Di bawah kepemimpinan Israhmawati Saripi, S.Tr.,Kes., Majelis Ta’lim tidak lagi sekadar rutinitas bulanan, melainkan telah menjadi bagian dari strategi membangun pelayanan kesehatan yang berintegritas. Sebuah pendekatan yang menegaskan bahwa pelayanan terbaik lahir dari perpaduan antara kompetensi, komitmen, dan nilai.

Dengan fondasi tersebut, Puskesmas Botumoito terus melangkah, menghadirkan pelayanan yang tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan masyarakat yang dilayani. (*) Ly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *