FAKTAPUBLIK.ID – Menjelang pelaksanaan program pemberian makanan tambahan (PMT), UPTD Puskesmas Botumoito memperkuat kapasitas kader posyandu melalui kegiatan pembekalan yang diikuti seluruh kader se-Kecamatan Botumoito, Senin (20/04/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendukung pelaksanaan program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil berisiko dan balita yang mengalami masalah gizi, yang direncanakan akan mulai berjalan pada 4 Mei 2026.
Kepala UPTD Puskesmas Botumoito, Israhmawaty Saripi, S.Tr.Kes, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembekalan ini sangat penting agar kader benar-benar memahami peran, tugas, dan tanggung jawab mereka di lapangan.
“Program pemberian makanan tambahan ini tidak hanya sekadar memberikan makanan, tetapi juga membutuhkan pemantauan yang berkelanjutan. Kader harus memastikan makanan tersebut benar-benar dikonsumsi oleh sasaran,” ujarnya.
Lebih lanjut,ia menjelaskan bahwa kader posyandu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di desa. Mereka bertanggung jawab melakukan pencatatan, pelaporan, serta pemantauan perkembangan status gizi balita dan ibu hamil secara berkala dengan pendampingan langsung dari petugas gizi Puskesmas.
“Setiap minggu akan dilakukan evaluasi terhadap perkembangan status gizi. Jika berat badan anak tidak mengalami peningkatan, maka harus segera ditindaklanjuti ke puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya penyakit penyerta,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Kepala Puskesmas Botumoito, Israhmawaty Saripi, juga berharap seluruh kader posyandu dapat menjalankan tugasnya secara optimal, khususnya dalam mendukung keberhasilan program PMT serta peningkatan status gizi masyarakat.
Kegiatan pembekalan ini turut menghadirkan pemateri pakar gizi, Siul Sumanti Lahay, S.ST,.(LY)












