Berita

Kepala UPTD Puskesmas Botumoito Imbau Warga Waspadai Leptospirosis, Kenali Gejala dan Lakukan Pencegahan Sejak Dini

×

Kepala UPTD Puskesmas Botumoito Imbau Warga Waspadai Leptospirosis, Kenali Gejala dan Lakukan Pencegahan Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

FAKTAPUBLIK.ID – Kepala UPTD Puskesmas Botumoito, Israhmawaty Saripi, S.Tr.Kes., mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap leptospirosis, penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dan dapat menular melalui air, tanah, maupun lingkungan yang terkontaminasi urine tikus.

Imbauan tersebut disampaikan Israhmawaty pada Senin (15/6/2026) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit yang dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.

Salah satu langkah paling efektif untuk mencegah leptospirosis adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya tikus.

“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, menyimpan makanan di tempat yang tertutup, menggunakan alas kaki dan sarung tangan saat membersihkan saluran air, selokan, maupun area yang berpotensi tercemar. Selain itu, setiap luka pada kulit harus segera dibersihkan dan ditutup agar tidak menjadi pintu masuk bakteri,” ujar Israhmawaty.

Ia menjelaskan, bakteri penyebab leptospirosis dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka pada kulit maupun selaput lendir setelah seseorang bersentuhan dengan air atau tanah yang telah terkontaminasi urine tikus.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala awal penyakit tersebut. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot terutama pada bagian betis, mata kemerahan, mual, muntah, serta tubuh terasa lemas.

“Apabila mengalami gejala-gejala tersebut, jangan melakukan pengobatan sendiri. Segera periksakan diri ke dokter atau puskesmas terdekat agar dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis sedini mungkin,” tegasnya.

Ia berharap agar masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan diri sehingga risiko penularan leptospirosis dapat ditekan. Menurutnya, pencegahan melalui perilaku hidup bersih dan kewaspadaan terhadap gejala merupakan langkah penting untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungan dari ancaman penyakit tersebut. (Ly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *