FAKTAPUBLIK.ID, – Prestasi di arena pertandingan tidak lahir hanya dari keberanian seorang atlet menghadapi lawan. Ada disiplin yang dibangun melalui latihan, teknik yang diasah berulang kali, pembinaan yang terarah, serta dukungan keluarga yang mengiringi setiap langkah. Gambaran itu terlihat dari perjalanan dua bersaudara, Hafidz Fausta Zagma dan Pindad Fausta Zagma, yang kembali menorehkan prestasi dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) FORKI Gorontalo Piala Gubernur 2026.
Di tengah persaingan karateka dari berbagai daerah, Hafidz berhasil merebut Juara I kategori Kumite -30 kg Usia Dini Putra. Sementara adiknya, Pindad Fausta Zagma, meraih Juara II kategori Festival Usia Dini Putra. Keduanya kembali menambah rekam jejak prestasi setelah sebelumnya beberapa kali memperoleh juara dalam kompetisi karate.
Pencapaian tersebut sekaligus membawa nama SD Negeri 02 Botumoito ke arena prestasi olahraga tingkat daerah. Sebagai siswa di sekolah yang dipimpin Undrawan Jusuf, S.Pd., M.Pd., Hafidz dan Pindad memperlihatkan bahwa potensi peserta didik dapat tumbuh melalui berbagai ruang pengembangan, termasuk olahraga bela diri.
Namun, prestasi seorang karateka tidak terbentuk hanya ketika ia memasuki arena pertandingan. Jauh sebelum medali disematkan dan nama pemenang diumumkan, ada proses panjang yang harus dijalani. Di sinilah peran Perguruan Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI) Gorontalo menjadi bagian penting dalam perjalanan kedua atlet muda tersebut.
Melalui pembinaan dan latihan di KKI Gorontalo, kemampuan Hafidz dan Pindad terus diasah di bawah bimbingan Kapten CZI Samuel Sainyakit, yang juga menjabat sebagai Danki Zeni Yonif TP 915/Bituo. Pembentukan teknik, kedisiplinan, pengendalian diri, dan kesiapan menghadapi pertandingan menjadi bagian dari proses yang harus dijalani seorang karateka.
Dalam karate, seorang atlet tidak cukup hanya memiliki keberanian untuk menyerang. Ia harus mampu menguasai teknik, membaca pergerakan lawan, menjaga konsentrasi, serta memahami aturan pertandingan. Terutama dalam nomor kumite, ketepatan mengambil keputusan dan pengendalian gerakan menjadi bagian penting dalam menghadapi lawan di atas tatami.
Di luar arena latihan, ada dua sosok yang juga memiliki tempat penting dalam perjalanan Hafidz dan Pindad, yakni kedua orang tua mereka, Serda Tiflif Zagma dan Gustiana Eka Yusuf, S.Pd. Sebagai ayah dan ibu, dukungan keluarga menjadi bagian dari proses anak-anak mereka dalam menekuni olahraga karate, menjalani latihan, serta mengikuti berbagai kejuaraan.
Kejuaraan yang berlangsung pada 30 dan 31 Oktober hingga 1 November 2026 di GOR David Tony, Limboto, Kabupaten Gorontalo, menjadi kesempatan bagi kedua atlet tersebut untuk kembali menguji kemampuan di tengah persaingan peserta dari berbagai daerah.
Dua gelar juara yang diraih Hafidz dan Pindad memperlihatkan bahwa prestasi bukan pekerjaan yang selesai dalam satu pertandingan. Ada kerja keras atlet, pembinaan perguruan, arahan pelatih, lingkungan pendidikan, dan dukungan orang tua yang saling melengkapi dalam perjalanan membangun seorang atlet.
Bagi SDN 02 Botumoito, KKI Gorontalo, pelatih, dan keluarga, pencapaian tersebut menjadi hasil yang patut diapresiasi. Namun, bagi Hafidz dan Pindad, medali yang diraih bukan alasan untuk berhenti. Sebab, dalam dunia karate, seorang karateka tidak hanya dituntut berani menghadapi lawan, tetapi juga harus mampu menaklukkan kelemahan dirinya sendiri melalui disiplin dan latihan yang tidak pernah berhenti. (*) ly












