BeritaBoalemoNasionalProvinsi Gorontalo

Puskesmas Botumoito Pastikan Pemantauan dan Pendampingan bagi Ibu Hamil Berisiko Tetap Terjaga

×

Puskesmas Botumoito Pastikan Pemantauan dan Pendampingan bagi Ibu Hamil Berisiko Tetap Terjaga

Sebarkan artikel ini

FAKTAPUBLIK.ID – Risiko kekurangan gizi dan anemia pada ibu hamil tetap menjadi perhatian serius dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Karena itu, UPTD Puskesmas Botumoito terus memperkuat pemantauan terhadap ibu hamil yang masuk kategori berisiko melalui kunjungan rumah secara terintegrasi di wilayah kerjanya.

Kepala Puskesmas Botumoito, Israhmawaty Saripi, S.Tr., Kes., mengatakan bahwa pendekatan langsung ke rumah warga dilakukan agar kondisi ibu hamil dapat dipantau secara lebih dekat, terutama mereka yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia.

“Kami ingin memastikan ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus tetap mendapatkan pendampingan dan pemantauan secara berkelanjutan, sehingga berbagai risiko selama kehamilan dapat dicegah sedini mungkin,” ujar Kepala Puskesmas, Israhmawaty.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut melibatkan tenaga kesehatan lintas program yang terdiri dari Program Gizi, Surveilans, Tuberkulosis (TB), Kesehatan Lingkungan (Kesling), serta Bidan Desa. Tim turun langsung ke rumah-rumah warga untuk melakukan pemeriksaan kondisi ibu hamil sekaligus memantau perkembangan kesehatan ibu hamil yang menjadi sasaran pendampingan.

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemantauan status gizi, pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA), pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) sesuai kebutuhan, hingga pemantauan kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Langkah ini dinilai penting untuk mendeteksi lebih awal berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi kesehatan ibu maupun janin.

Tidak hanya melakukan pemeriksaan, tim kesehatan juga memberikan edukasi kepada ibu hamil mengenai pentingnya pola makan bergizi seimbang, pemenuhan kebutuhan protein dan zat besi, serta pengenalan tanda-tanda bahaya selama kehamilan. Pendampingan tersebut diharapkan dapat mendorong ibu hamil lebih rutin menjalani pemeriksaan dan mengikuti intervensi gizi yang dianjurkan.

Menurut Israhmawaty, keterlibatan keluarga juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ibu hamil. Karena itu, setiap kunjungan turut dimanfaatkan sebagai ruang konseling bagi suami dan anggota keluarga agar lebih aktif mendukung pemenuhan gizi ibu, mengingatkan konsumsi tablet tambah darah, serta memastikan pemeriksaan kehamilan dilakukan secara rutin di fasilitas kesehatan.

Melalui pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan, Puskesmas Botumoito berharap kondisi ibu hamil dengan KEK dan anemia dapat terus terkontrol sehingga risiko komplikasi kehamilan dapat diminimalkan. Pada saat yang sama, upaya tersebut juga menjadi bagian dari langkah pencegahan stunting sejak dini dengan memastikan kesehatan ibu dan bayi terjaga sejak masa kehamilan.

Puskesmas Botumoito sendiri terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang aktif, terpadu, dan berkesinambungan agar masyarakat memperoleh akses pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan tepat sesuai kebutuhan. (*) Ly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *