FAKTAPUBLIK.ID – Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Boalemo,Ismail Duke berharap kepada Panwaslu Kecamatan Botumoito agar memahami betul tugas dan fungsi Panwaslu,sehingga dapat memastikan terselenggaranya Pemilu yang berintegritas,damai,aman, jujur dan adil.
Selain itu,Ismail Duke berharap kepada Panwaslu Kecamatan Botumoito untuk fokus pada kerja pengawasan,serta selalu memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Ismail Duke sebagai bentuk respon dari pernyataan yang disampaikan oleh oknum Panwaslu Kecamatan Botumoito yang berinisial “IS”,melalui obrolan daring atau Chat di salah satu group whatsapp yang dinilai sangat tidak mendidik.
“Apa yang disampaikan itu tidak mendidik, coba kita cermati ” Cara paling sederhana,jalin hubungan baik dengan pendukung parpol parpol dan kasih bakalae derang”.artinya makna dari kalimat ini membenturkan masyarakat,itu pendidikan politik yang memecah belah masyarakat”, Ujar Ketua Diaspora Boalemo, Ismail Duke, kepada Fakta Publik.Id,Kamis (23/11/2023).
Obrolan daring atau chat yang seakan mengajak untuk memprovokasi masyarakat dengan partai politik peserta Pemilu,dinilai oleh Ismail Duke adalah suatu pelanggaran,menimbulkan kegaduhan yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang Panitia Pengawas Pemilu.
“Sejatinya panwaslu jangan membuat kegaduhan”, Kata Dia.
Sebagai bentuk pencegahan,Ismail Duke meminta kepada Bawaslu Boalemo agar mengambil langkah langkah penting untuk menindaklanjuti persoalan ini yang dinilai membahayakan stabilitas.
“petugas pemilu atau panwaslu yang tidak paham regulasi,dan kode etik, sanksi yang diberikan yaitu pemecatan,Bawaslu harus ambil sikap tegas,dan Bawaslu Boalemo kiranya perlu meningkatkan literasi tentang regulasi karena ini terjadi di struktur Bawaslu itu sendiri”Tegas Aktivis Boalemo,Ismail Duke.












