FAKTAPUBLIK.ID – Bupati Boalemo, Drs. H. Rum Pagau, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Boalemo dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan lingkungan pendidikan, menyusul insiden jatuhnya plafon di sejumlah sekolah yang terjadi beberapa waktu terakhir.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan peserta didik, guru, dan seluruh warga sekolah agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Momentum itu disampaikan saat dirinya memberikan arahan pada kegiatan pelantikan kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Boalemo yang digelar di Pendopo Kantor Bupati, Rabu (07/01/2026).
Lebih lanjut, Ia menekankan pentingnya pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan secara serius, terencana, dan bertanggung jawab. Ia menilai, insiden jatuhnya plafon tidak semata-mata persoalan teknis, tetapi menjadi cerminan lemahnya perencanaan serta pengawasan dalam pembangunan gedung sekolah.
“Setiap pembangunan, baik sekolah maupun gedung perkantoran, harus dirancang dengan matang sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Jangan asal bangun, lalu dalam waktu singkat sudah rusak dan membahayakan keselamatan,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan agar aspek kualitas material dan standar konstruksi tidak diabaikan. Menurutnya, setiap proyek pembangunan maupun rehabilitasi gedung sekolah harus mengedepankan mutu, keamanan, dan ketahanan bangunan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Lebih lanjut, Rum Pagau menekankan peran strategis kepala sekolah sebagai pimpinan satuan pendidikan.
Ia meminta para kepala sekolah untuk tidak hanya fokus pada administrasi dan proses pembelajaran, tetapi juga aktif mengawasi kondisi fisik bangunan sekolah.
“Jika ada kerusakan, sekecil apa pun, segera laporkan ke dinas terkait. Jangan sampai diabaikan hingga menimbulkan risiko yang lebih besar. Tugas manajerial dan pengawasan harus berjalan seimbang,” ujarnya.
Untuk mencegah kejadian serupa, Bupati juga menginstruksikan Dinas Pendidikan bersama instansi teknis terkait agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah di seluruh wilayah Kabupaten Boalemo. Evaluasi tersebut diharapkan dapat memetakan sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan mendesak.
Dalam kesempatan itu, Rum Pagau turut menyampaikan gagasannya mengenai pemanfaatan bambu petung sebagai alternatif bahan konstruksi bangunan ke depan. Menurutnya, bambu petung memiliki kekuatan yang baik, ramah lingkungan, serta bernilai ekonomis sebagai pengganti kayu.
Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Boalemo berencana membangun pabrik pengolahan bambu petung guna mendukung pemanfaatan bahan tersebut secara optimal, baik untuk kebutuhan konstruksi maupun pengembangan ekonomi masyarakat.
“Ke depan, bambu petung akan menjadi salah satu solusi konstruksi bangunan. Karena itu saya mengimbau masyarakat mulai menanam bambu petung dari sekarang,” kata Rum Pagau.
Menurutnya, jika masyarakat mulai membudidayakan bambu petung sejak dini, ketersediaan bahan baku akan terjamin ketika pabrik pengolahan mulai beroperasi. Selain itu, langkah tersebut juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Boalemo.
Menutup arahannya, Bupati berharap para kepala sekolah yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, tidak hanya dalam meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan lingkungan belajar.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman. Jangan sampai anak-anak kita belajar dalam rasa takut karena bangunannya tidak layak,” pungkasnya. (Ly)












