Berita

“Kami Salut” Koordinator Riset Paulus Apresiasi Data CKG Puskesmas Botumoito yang Terbukti Valid

×

“Kami Salut” Koordinator Riset Paulus Apresiasi Data CKG Puskesmas Botumoito yang Terbukti Valid

Sebarkan artikel ini

FAKTAPUBLIK.ID — Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026 di Puskesmas Botumoito, Kabupaten Boalemo, mendapat penilaian positif dari Tim Riset Implementasi CKG 2026 yang dipercaya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk menilai secara langsung pelaksanaan program tersebut di lapangan.

Koordinator Riset Implementasi CKG 2026 di Kabupaten Boalemo, Paulus Pangalo, SKM., M.Kes., mengaku kagum setelah timnya melakukan pengumpulan sekaligus pencocokan data CKG secara langsung di Puskesmas Botumoito selama dua hari, 12 hingga 13 Agustus 2026.

Bukan tanpa alasan. Dari 50 sampel yang ditarik oleh tim pusat untuk diverifikasi, seluruh data yang diperiksa ternyata sesuai dengan data yang tercatat di Puskesmas Botumoito.

Bagi Paulus Pangalo, SKM., M.Kes., selaku Koordinator Riset Implementasi CKG 2026 di Kabupaten Boalemo, temuan itu menjadi bukti bahwa data CKG yang diinput Puskesmas bukan sekadar angka dalam sistem, tetapi benar-benar memiliki dasar di lapangan.

“Dari 50 sampel yang ditarik oleh pusat, setelah kami crosscheck di Puskesmas ternyata data itu sama dengan data yang ada di Puskesmas Botumoito,” kata Paulus Pangalo, SKM., M.Kes., saat diwawancarai FAKTAPUBLIK.ID, Kamis, 13 Agustus 2026.

Paulus Pangalo, SKM., M.Kes., menjelaskan, kesesuaian tersebut menunjukkan bahwa orang yang tercatat dalam data CKG memang benar-benar ada dan telah mendapatkan pemeriksaan.

“Artinya dengan data yang sesuai, berarti data yang diinput itu memang betul-betul ada orangnya, ada bukti orangnya yang diperiksa,” ujar Koordinator Riset Implementasi CKG 2026 Kabupaten Boalemo, Paulus Pangalo, SKM., M.Kes.

Temuan itu sekaligus membuat Paulus Pangalo, SKM., M.Kes., menilai capaian CKG Puskesmas Botumoito yang mencapai 81 persen memang mencerminkan kondisi pelaksanaan di lapangan.

“Tidak salah Puskesmas Botumoito itu memang capaiannya 81 persen,” tegasnya.

Paulus: Saya Sangat Kagum

Riset yang dilakukan Kementerian Kesehatan melalui Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan tersebut memang diarahkan untuk melihat efektivitas implementasi CKG yang telah berjalan sejak 2025, termasuk memahami kesiapan sumber daya manusia, tata laksana program, penginputan data serta berbagai kendala dalam pelaksanaannya.

Di Puskesmas Botumoito, Paulus Pangalo, selaku Koordinator Riset Implementasi CKG 2026 di Kabupaten Boalemo, melihat hal yang menurutnya patut diapresiasi.

Paulus Pangalo, menyebut pengelolaan CKG secara manajemen sudah berjalan baik. Empat tim yang dibentuk Puskesmas. Dari hasil wawancara, setiap petugas dinilai memahami tugas pokok dan fungsinya.

Namun, bagi Paulus, hal yang paling berkesan bukan hanya pembagian tim dan pemahaman petugas, melainkan kemampuan Puskesmas Botumoito menggerakkan masyarakat untuk datang mengikuti pemeriksaan.

“Saya sangat kagum. Kesan saya, saya kagum karena CKG mengumpulkan masyarakat itu susah,” ungkap Paulus sambil mengaku salut.

Menurutnya, capaian tinggi tidak mungkin hanya dibangun oleh tenaga kesehatan. Pelayanan di dalam Puskesmas harus diikuti kemampuan memobilisasi masyarakat sebagai sasaran program.

Karena itu, Paulus Pangalo, SKM., M.Kes., melihat kerja sama lintas sektor yang dibangun Kepala Puskesmas Botumoito, Israhmawaty Saripi, S.Tr.Kes., bersama jajaran tenaga kesehatan menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan CKG.

Puskesmas, kata Paulus , tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah desa, pemerintah kecamatan, unsur TNI-Polri dan sektor lainnya memiliki peran dalam membantu menggerakkan masyarakat agar mau datang memeriksakan kesehatan.

“CKG itu tidak akan berhasil ketika hanya dilaksanakan oleh tenaga kesehatan,” kata Paulus Pangalo, SKM., M.Kes.

Layak Jadi Tempat Kaji Tiru

Dari hasil riset tersebut, Paulus Pangalo, SKM., M.Kes., selaku Koordinator Riset Implementasi CKG 2026 di Kabupaten Boalemo, tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga melihat pengalaman Puskesmas Botumoito sebagai sesuatu yang dapat dipelajari oleh Puskesmas lain di Kabupaten Boalemo.

Paulus Pangalo, SKM., M.Kes., mendorong Puskesmas lain untuk melakukan kaji tiru terhadap pola yang telah diterapkan Puskesmas Botumoito, terutama dalam hal manajemen, pembagian tugas tim, pemahaman petugas, pengelolaan data hingga kerja sama lintas sektor.

“Puskesmas lain bisa kaji tiru di Puskesmas Botumoito. Artinya, ketika ada Puskesmas yang memang berhasil dan bagus, itu bisa kita tiru,” Ujarnya.

Paulus Pangalo, SKM., M.Kes., menegaskan, hasil verifikasi data, capaian 81 persen serta tata laksana CKG yang ditemukannya di lapangan menjadi alasan dirinya memberikan apresiasi terhadap jajaran Puskesmas Botumoito.

“Dari sisi manajemen, tata laksana CKG dan pemahaman dari empat tim yang sudah dibentuk itu membuat kami salut dan kagum,” kata Paulus Pangalo.

Paulus Pangalo, SKM., M.Kes., berharap praktik baik yang ditemukan dalam pelaksanaan CKG di Botumoito dapat diterapkan di Puskesmas lainnya di Kabupaten Boalemo.

“Mudah-mudahan ini akan tertular di Puskesmas-Puskesmas yang lainnya,” pungkas Koordinator Riset Implementasi CKG 2026 itu Paulus Pangalo.

Riset Implementasi CKG 2026 di Kabupaten Boalemo dilaksanakan Paulus Pangalo, SKM., M.Kes., selaku Koordinator Riset Implementasi CKG 2026 di Kabupaten Boalemo, bersama enumerator Rina Arbi, SST., M.Kes., dan Mutiya Rizki Amalia, S.Gz.M.Kes. (Ly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *