FAKTAPUBLIK.ID – Puskesmas Botumoito sukses menunjukkan performa terbaiknya dalam pencocokan data riset nasional. Koordinator Riset Implementasi CKG 2026, Paulus Pangalo, SKM., M.Kes., yang ditugaskan langsung oleh Kementerian Kesehatan RI, secara terbuka menyampaikan apresiasi tinggi setelah merampungkan pengumpulan data lapangan di Kabupaten Boalemo. Daerah ini merupakan satu dari hanya dua wilayah di Provinsi Gorontalo yang terpilih sebagai lokasi riset nasional selain Kabupaten Gorontalo
Apresiasi tinggi tersebut disampaikan oleh Koordinator Riset Implementasi CKG 2026, Paulus Pangalo, SKM., M.Kes. Perwakilan resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI ini mengungkapkannya setelah merampungkan pengumpulan data lapangan di Kabupaten Boalemo.
Kekaguman tim pusat tersebut didasarkan pada hasil pencocokan data Cek Kesehatan Gratis (CKG) selama dua hari, dari tanggal 12 hingga 13 Agustus 2026. Hasilnya luar biasa: dari 50 sampel data yang ditarik secara acak oleh pemerintah pusat, seluruhnya terbukti 100 persen akurat dan sinkron dengan dokumen riil di Puskesmas Botumoito.
Kesesuaian mutlak ini membuktikan bahwa capaian CKG Puskesmas Botumoito sebesar 81 persen bukanlah sekadar angka klaim di atas kertas, melainkan representasi nyata dari pelayanan kesehatan riil di lapangan.
“Artinya dengan data yang sesuai, berarti data yang diinput itu memang betul-betul ada orangnya, ada bukti orangnya yang diperiksa,” tegas Paulus Pangalo saat diwawancarai oleh media FAKTAPUBLIK.ID.
Selain aspek validitas data, tim Kemenkes RI juga menaruh apresiasi besar terhadap sistem manajemen internal puskesmas Botumoito . Empat tim kerja yang dibentuk terbukti mampu menguasai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing secara matang.
Namun, poin paling krusial yang membuat tim pusat angkat topi adalah kemampuan luar biasa Puskesmas Botumoito dalam memobilisasi massa. Menggerakkan masyarakat untuk datang melakukan pemeriksaan dinilai sebagai salah satu tantangan terbesar dalam implementasi program kesehatan nasional.
Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari tangan dingin Kepala Puskesmas Botumoito, Israhmawaty Saripi, S.Tr.Kes. Dirinya aktif membangun sinergitas lintas sektor yang harmonis, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga unsur TNI-Polri. Kolaborasi kuat inilah yang menjadi motor penggerak utama kesuksesan program di lapangan.
Melihat tata kelola hampir sempurna ini, perwakilan Kemenkes RI, merekomendasikan Puskesmas Botumoito sebagai pusat percontohan resmi. Puskesmas-puskesmas lain di wilayah Kabupaten Boalemo pun didorong untuk melakukan kaji tiru terhadap pola manajemen, pembagian tim, serta strategi penggalangan massa yang diterapkan oleh Botumoito.
Sebagai informasi, riset penting berskala nasional di Kabupaten Boalemo ini dikawal langsung oleh Paulus Pangalo, SKM., M.Kes., selaku Koordinator Riset, dengan didampingi dua enumerator ahli, yaitu Rina Arbi, SST., M.Kes., dan Mutiya Rizki Amalia, S.Gz., M.Kes. (Ly )












