FAKTAPUBLIK.ID -Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wonosari, menjadi pusat berkumpulnya ratusan jamaah dan tokoh masyarakat dalam pelaksanaan Istighotsah Kubro yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lahir ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Minggu, 10 Mei 2026.
Kegiatan religius yang berlangsung khidmat itu dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, bersama jajaran pemerintah kecamatan, kepala desa, tokoh agama, hingga pimpinan Pondok Pesantren Darul Madinah.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan dinamika pembangunan daerah, kehadiran Lahmudin Hambali dalam kegiatan tersebut dinilai sebagai pesan kuat bahwa pembangunan Boalemo tidak hanya soal infrastruktur dan program pemerintahan, tetapi juga tentang menjaga pondasi moral, persatuan, dan spiritual masyarakat.
Dalam sambutannya, Lahmudin Hambali memberikan penghormatan tinggi kepada Muslimat NU yang selama puluhan tahun dinilainya konsisten menjadi penjaga nilai-nilai keagamaan dan perekat sosial di tengah masyarakat.
“Muslimat NU telah menjadi bagian penting dalam pembangunan umat dan daerah. Di usia ke-80 tahun ini, kami berharap Muslimat NU semakin maju, solid, dan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga ukhuwah, memperkuat nilai keislaman, serta mendukung pembangunan daerah,” ujar Lahmudin Hambali.
Pernyataan tersebut disambut hangat para jamaah yang memenuhi lokasi kegiatan. Tidak sedikit masyarakat menilai, di tengah era media sosial dan derasnya perubahan sosial, organisasi perempuan keagamaan seperti Muslimat NU justru semakin dibutuhkan sebagai penyejuk dan penguat karakter masyarakat.
Istighotsah Kubro yang diisi dengan doa bersama, dzikir, dan tausiyah keagamaan itu juga menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat. Suasana penuh kekhusyukan tampak menyelimuti seluruh rangkaian acara.
Selain Camat Wonosari, kegiatan itu turut dihadiri Camat Botumoito, Camat Mananggu, seluruh kepala desa se-Kecamatan Wonosari, serta jajaran pengurus Muslimat NU Kabupaten Boalemo.
Bagi Pemerintah Kabupaten Boalemo, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni keagamaan. Lebih dari itu, Istighotsah Kubro menjadi simbol bahwa kekuatan daerah tidak hanya dibangun lewat kebijakan, tetapi juga melalui persatuan umat, doa bersama, dan nilai religius yang terus hidup di tengah masyarakat.
Di usia Muslimat NU yang ke-80, semangat kebersamaan itu seolah menjadi pesan bahwa organisasi keagamaan masih memiliki peran besar dalam menjaga wajah Boalemo tetap religius, damai, dan harmonis di tengah perubahan zaman.












