FAKTAPUBLIK.ID — Komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terus ditunjukkan oleh Puskesmas Botumoito,Kabupaten Boalemo melalui pelaksanaan sosialisasi Desa Siaga Tuberkulosis (TBC) yang digelar di Desa Patoameme, Kecamatan Botumoito, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut konkret dari hasil mini lokakarya lintas sektor yang sebelumnya telah dilaksanakan, sebagai upaya memperkuat kolaborasi dalam penanggulangan penyakit menular, khususnya TBC.
Kepala Puskesmas Botumoito, Israhmawaty Saripi, S.Tr.Kes, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Alhamdulillah kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik. Kami berharap sosialisasi ini benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya Desa Patoameme yang menjadi pilot project Desa Siaga TBC di Kecamatan Botumoito,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama dalam sosialisasi ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap gejala awal TBC, seperti batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu.
“Jika ada gejala seperti itu, masyarakat harus segera memeriksakan diri ke puskesmas dan menjalani pengobatan secara rutin,” tegasnya.
Lebih lanjut, Israhmawaty Saripi, S.Tr.Kes juga mengajak masyarakat untuk menghilangkan stigma terhadap penderita TBC.
Menurutnya, penyakit ini bukan untuk ditakuti secara berlebihan, melainkan harus dihadapi dengan kesadaran dan kedisiplinan dalam berobat.
“Tidak perlu malu atau minder. TBC bisa disembuhkan, asalkan pengobatannya teratur dan tidak terputus di tengah jalan,” tambahnya.
Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak lintas sektor. Kepala Puskesmas Botumoito menyampaikan apresiasi kepada Camat Botumoito, Pemerintah Desa Patoameme, serta seluruh elemen masyarakat yang turut berperan aktif.
“Terima kasih atas dukungan Pak Camat dan seluruh pimpinan lintas sektor, khususnya Kepala Desa Patoameme beserta jajaran, BPD, kader, dasawisma, dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi,” ujarnya.
Dengan ditetapkannya Desa Patoameme sebagai pilot project Desa Siaga TBC, diharapkan model ini dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam upaya pencegahan dan penanggulangan TBC secara berkelanjutan di wilayah Kecamatan Botumoito.(*) Ly












