FAKTAPUBLIK.ID –Jalan Bay Pass Tilamuta, Rabu, 4 Maret 2026, berubah menjadi panggung kebaikan yang memukau. Tepat di persimpangan ujung ruas Jalan Bay Pass, Desa Lahumbo, Kecamatan Tilamuta, lebih dari 50 siswa SMAN 2 Tilamuta berani tampil beda, turun langsung ke jalan membagikan ratusan paket takjil kepada para pengendara yang melintas.
Dengan penuh semangat dan kekompakan, mereka menyiapkan paket berisi bubur ayam khas Gorontalo, aneka kue, dan air minum. Aktivitas yang tampak sederhana itu menjelma menjadi aksi sosial yang sarat makna.

Bagi masyarakat Gorontalo, bubur ayam bukan sekadar makanan berbuka. Ia adalah simbol kebersamaan, tradisi Ramadhan, dan kehangatan keluarga. Dengan membagikan sajian khas ini, para siswa tak hanya berbagi takjil, tetapi juga merawat budaya lokal dan mempertegas identitas daerah dalam balutan nilai kepedulian.
Tak sekadar berbagi makanan, aksi ini memancarkan energi positif yang membuat para pengendara tersenyum lebar dan tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih. Jalanan yang biasanya dipenuhi deru kendaraan, sore itu terasa lebih hangat dipenuhi sapaan ramah, uluran tangan tulus, dan doa-doa baik yang mengalir tanpa sekat.

“Kami ingin berbagi kebaikan dan semangat Ramadhan dengan cara yang nyata dan mengena,” ujar Usman Antuli, Ketua OSIS kelas XI, yang memimpin langsung rekan-rekannya di lapangan.
Seluruh pengurus OSIS turun tangan. Para guru pun sigap mendampingi, memastikan kegiatan berjalan tertib dan aman. Pembina OSIS, Jamaludin Kamba, mengoordinasikan jalannya kegiatan dengan penuh tanggung jawab.
Kolaborasi siswa dan guru menciptakan suasana kebersamaan yang kuat, bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan sosial yang hidup dan menyentuh.
Alumni SMAN 2 Tilamuta turut ambil bagian dan memberikan dukungan penuh. Kehadiran mereka menjadi wujud nyata keterlibatan lintas generasi dalam aksi sosial ini. Mereka menyatu bersama para guru dan siswa di lokasi, sebuah penegasan bahwa ikatan almamater dan nilai kebaikan yang tumbuh di sekolah ini terus hidup bergerak mengikuti zaman.

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang selalu dinanti. Ia menjadi bukti bahwa generasi muda SMA Negeri 2 Tilamuta tumbuh tidak hanya sebagai insan akademik yang berprestasi, tetapi juga sebagai pribadi yang berempati, dan siap mengambil peran dalam ruang sosial.
Ramadhan di Tilamuta sore itu bukan hanya tentang menunggu azan magrib. Ia tentang keberanian generasi muda mengambil peran menghadirkan harapan, menyapa dengan tulus, dan membuktikan bahwa sekolah bukan hanya ruang belajar, tetapi ruang membentuk karakter dan peradaban. (*) Ly












