FAKTAPUBLIK.ID – Dalam upaya menekan tingginya kasus malaria di wilayah Kecamatan Botumoito, Puskesmas Botumoito melaksanakan kegiatan sosialisasi gejala dan pencegahan malaria yang dirangkaikan dengan penyerahan kelambu berinsektisida kepada masyarakat, khususnya para penambang emas sebagai kelompok berisiko tinggi. Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Desa Botumoito ke-152, Jumat (5/12/2025), bertempat di Lapangan Karya Muda Desa Botumoito, dengan mengusung tema “Anak Desa Membangun Indonesia.”
Kepala UPTD Puskesmas Botumoito, Isrmahwaty Saripi, S.Tr.Kes, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Desa Botumoito merupakan penyumbang kasus malaria tertinggi di wilayah Kecamatan Botumoito sepanjang tahun 2024 hingga 2025, yang sebagian besar dipicu oleh maraknya aktivitas pertambangan emas di wilayah tersebut.
“Kasus malaria yang tersebar di Kecamatan Botumoito sejak 2024 hingga sekarang, desa Botumoito menjadi penyumbang kasus tertinggi. Hal ini karena banyaknya penambang emas yang beraktivitas,” ujar Isrmahwaty.
Meski demikian, ia bersyukur karena seluruh kasus malaria dapat ditangani dengan baik dan tidak ada korban jiwa.

“Alhamdulillah seluruh kasus tertangani dengan baik, tidak ada yang meninggal dunia dan semua sembuh,” tambahnya.
Lebih lanjut, Isrmahwaty menjelaskan bahwa penyerahan kelambu berinsektisida merupakan salah satu langkah pencegahan yang efektif untuk memutus mata rantai penularan malaria.
“Kelambu ini sangat penting karena malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk. Kami berharap meskipun jumlahnya terbatas, kelambu ini dapat memberi dampak signifikan dalam menurunkan kasus malaria di Desa Botumoito,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap gejala awal malaria, seperti sakit kepala, demam menggigil, mual, muntah, dan nyeri otot, serta segera memeriksakan diri ke Puskesmas jika muncul gejala-gejala tersebut.
“Jika muncul gejala seperti itu, segera datang ke Puskesmas agar dapat ditangani cepat dan tepat,” tegasnya.

Penyerahan kelambu ini turut disaksikan oleh Camat Botumoito, Ketua TP-PKK Kecamatan Botumoito, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat dan para kader kesehatan, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap upaya bersama menurunkan angka penularan malaria di wilayah tersebut.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan Puskesmas Botumoito dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif menuju pembangunan desa yang berkelanjutan. (Ly)










