FAKTAPUBLIK.ID – Sambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, SD Negeri 11 Tilamuta yang berlokasi di Dusun I, Desa Lahumbo, Kecamatan Tilamuta, kembali menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai moral dan spiritual melalui kegiatan Halal Bi Halal, Jumat (13/2/2026), yang dilaksanakan di halaman sekolah.
Halal Bi Halal tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga bagian dari pembiasaan karakter religius di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, SD Negeri 11 Tilamuta terus meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga konsisten membangun akhlak, etika, dan spiritualitas peserta didik sejak dini dalam menyambut Ramadan 1447 H.
Kegiatan tersebut diikuti oleh, kepala sekolah, tenaga kependidikan, serta seluruh siswa. Suasana sederhana namun penuh hikmah menyelimuti aula sekolah, mencerminkan kebersamaan dan semangat kekeluargaan yang telah menjadi budaya di lingkungan pendidikan tersebut.

Kepala SD Negeri 11 Tilamuta, Iswadi Djajitala,S.Pd, dalam sambutannya secara pribadi menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh warga sekolah apabila selama ini terdapat kata-kata maupun sikap yang kurang berkenan.
“Saya mengajak kita semua, melalui momentum Halal Bi Halal ini, untuk saling memberi dan menerima maaf. Insyaallah, puasa Ramadan nanti kita jalani bersama-sama dengan hati yang bersih agar mendapatkan berkah, rahmat, dan ampunan dari Allah SWT,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa inti dari Halal Bi Halal adalah saling memaafkan dengan tulus, tanpa menyisakan dendam, serta terus menjaga dan mempererat tali silaturahmi antar sesama.

Lebih lanjut, ceramah agama disampaikan oleh Guru Pendidikan Agama Islam SD Negeri 11 Tilamuta, Ustadz Ismail Dai, S.Pd.I. Dalam ceramahnya, ia menegaskan pentingnya sikap saling meminta maaf dan memaafkan sebagai ajaran fundamental dalam Islam yang bernilai ibadah dan mendatangkan pahala besar dari Allah SWT, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadan.
“Orang yang memberi maaf itu disebut seorang pahlawan, dan orang yang meminta maaf itu disebut hebat. Namun lebih utama adalah orang yang mampu memberi maaf dengan ikhlas, karena pahalanya sangat tinggi di sisi Allah SWT,” ungkapnya di hadapan para siswa.
Ia juga meneladankan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW yang tetap sabar dan memaafkan meskipun menghadapi berbagai perlakuan tidak menyenangkan dalam menyampaikan dakwah. Sikap tersebut menjadi contoh nyata bagaimana keluhuran akhlak harus diutamakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan-pesan keagamaan disampaikan secara komunikatif sehingga para siswa mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan antusias. Hal ini mencerminkan keberhasilan sekolah dalam membina karakter peserta didik melalui pendekatan edukatif yang sarat nilai spiritual.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang penuh khidmat, dilanjutkan dengan saling bersalaman sebagai simbol keikhlasan dan persaudaraan. (Ly)






