FAKTAPUBLIK.ID – Penjabat (Pj) Bupati Boalemo, Dr. Sherman Moridu, S.Pd, MM, mengapresiasi langkah Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Boalemo yang menggelar diseminasi audit kasus stunting tahap kedua di tingkat Kabupaten Boalemo.
Acara ini berlangsung di Aula Rapat Bappeda pada Selasa, 5 November 2024, dan dihadiri oleh Pj Ketua TP-PKK Kabupaten Boalemo, Dr. Heldy Vanny Alam, S.Pd, M.Si, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Boalemo, Agus Dulialo, S.STP, MM, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam tim percepatan penurunan stunting.
Dalam sambutannya, Pj Bupati Boalemo, Dr. Sherman Moridu, menyampaikan apresiasinya terhadap DPPKBP3A atas upaya yang dilakukan dalam menyelenggarakan diseminasi audit kasus stunting. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif di Kabupaten Boalemo.
“Diseminasi audit kasus stunting sangat penting dilaksanakan. Tujuannya adalah untuk memastikan generasi penerus kita tumbuh sehat, cerdas, dan produktif,” ungkap Sherman Moridu.
Penurunan angka stunting, lanjutnya, menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Daerah karena stunting dinilai sebagai ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia. Dengan adanya upaya terpadu ini, diharapkan masyarakat Boalemo semakin sadar akan pentingnya mencegah stunting sedini mungkin.

“Stunting adalah permasalahan yang harus dihadapi dan ditangani secara terpadu dan terintegrasi. Perlu kolaborasi dari semua pihak, baik dari pemerintah, sektor swasta, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tentunya masyarakat itu sendiri, terutama lingkungan keluarga,” tambahnya.
Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021, pemerintah telah menargetkan angka prevalensi stunting secara nasional dapat turun menjadi 14 persen pada akhir tahun 2024. Saat ini, angka stunting di Kabupaten Boalemo tercatat di angka 16 persen. Dengan sisa waktu sekitar dua bulan, Pj Bupati Sherman Moridu mengajak seluruh elemen terkait untuk memaksimalkan upaya penurunan stunting agar dapat mencapai target yang diharapkan oleh pemerintah pusat.
“Sisa waktu yang kita miliki tinggal dua bulan. Mari kita bekerja keras, mengoptimalkan setiap peluang yang ada untuk menurunkan angka stunting dari 16 persen ke target yang ditetapkan, yaitu 14 persen pada akhir Desember,” jelasnya.
Lebih lanjut,Pj Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk aktif dalam menjaga kesehatan dan nutrisi anak-anak sejak dini sebagai langkah preventif dalam mencegah stunting. Edukasi mengenai pola makan yang sehat, pentingnya kebersihan lingkungan, serta pola asuh yang baik dianggap krusial dalam mencegah kasus stunting pada generasi penerus bangsa.
Kepala DPPKBP3A Kabupaten Boalemo, Agus Dulialo, mengungkapkan bahwa upaya diseminasi audit kasus stunting ini bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam menyusun strategi penanganan yang lebih efektif dan terarah. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi pemangku kepentingan untuk saling berkolaborasi dan bertukar informasi mengenai program-program penurunan stunting.
Dengan komitmen dan kerja sama yang kuat dari semua pihak, diharapkan Kabupaten Boalemo dapat mencapai target penurunan angka stunting yang ditetapkan. Hal ini sejalan dengan tujuan besar pemerintah untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif, yang siap bersaing di kancah nasional maupun internasional.(*) Ly






