BoalemoNasionalProvinsi Gorontalo

Buka Puasa Bersama Edisi Ketiga, Puskesmas Botumoito Salurkan Paket Idul Fitri bagi Kaum Dhuafa

×

Buka Puasa Bersama Edisi Ketiga, Puskesmas Botumoito Salurkan Paket Idul Fitri bagi Kaum Dhuafa

Sebarkan artikel ini

FAKTAPUBLIK.ID – Semangat berbagi kembali hadir dari UPTD Puskesmas Botumoito. Pada Jumat, 13 Maret 2026, lembaga pelayanan kesehatan ini menggelar rangkaian kegiatan Buka Bersama edisi ketiga yang dipadukan dengan khatam Al-Qur’an serta pembagian paket Idul Fitri bagi kaum dhuafa dan para pendamping.

Kegiatan tersebut menjadi penanda kuat bahwa Puskesmas Botumoito tidak hanya hadir sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi juga sebagai ruang penguatan nilai-nilai spiritual dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Seluruh tenaga kesehatan di lingkungan Puskesmas Botumoito turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Momentum ini menjadi wujud kebersamaan dan kepedulian yang dirajut dalam semangat Ramadhan, menghadirkan energi kebaikan yang menyentuh langsung kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.

Rangkaian kegiatan diawali dengan khatam Al-Qur’an yang menjadi simbol peneguhan nilai religius di lingkungan pelayanan publik. Setelah itu dilanjutkan dengan pembagian paket Idul Fitri kepada kaum dhuafa dan para pendamping, sebagai bentuk kepedulian sosial yang konkret menjelang hari raya.

Ceramah agama dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Ustadz Irfan Tahibu, S.Fil.I, yang memberikan penguatan nilai spiritual dalam bingkai Ramadhan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan sosial kemanusiaan yang terus digelorakan oleh Puskesmas Botumoito di bawah kepemimpinan Kepala Puskesmas Israhmawati Saripi, S.Tr.,Kes.. Melalui langkah-langkah nyata tersebut, Puskesmas Botumoito menegaskan perannya sebagai institusi pelayanan publik yang tidak hanya bergerak di bidang kesehatan, tetapi juga aktif menyalakan semangat kepedulian, kebersamaan, dan nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Gerakan berbagi yang digagas Puskesmas Botumoito ini menegaskan bahwa institusi kesehatan di tingkat kecamatan mampu menjadi pusat energi sosial yang menggerakkan kepedulian kolektif. Ramadhan menjadi momentum untuk memperkuat ikatan kemanusiaan sekaligus menegaskan bahwa pelayanan kesehatan dapat berjalan seiring dengan misi kemanusiaan yang lebih luas. (*) Ly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *