FAKTAPUBLIK.ID. – Transformasi ekonomi digital di Kabupaten Boalemo kini memasuki tahap yang lebih maju melalui peresmian Videotron, Pasar Digital, dan Kawasan Non Tunai, pada jumat (15/8/2025) malam. Momentum ini tidak hanya menjadi langkah modernisasi daerah, tetapi juga menjadi bukti kuat bahwa BRI adalah lembaga pertama dan terdepan yang mendorong perubahan tersebut.
Acara ini dihadiri oleh Bupati Boalemo Drs. Hi. Rum Pagau, Wakil Bupati Hi. Lahmudin Hambali, S.Sos, M.Si, Ketua DPRD Hi. Karyawan Eka Putra Noho, S.Sos, Pimpinan Bank Indonesia Gorontalo, unsur forkopimda, para pimpinan OPD, serta Direktur Ammvari Solusi. BRI hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Saat menyampaikan sambutan, Kepala BRI Limboto, Nur Jonson Arifin membuka dengan pantun khas yang menambah kehangatan suasana:
Ahli Hukum Naiknya Mobil Limo
Beli Ketupat di Pulau Sumatera
Assalamualaikum Warga Boalemo
Bupatinya Sehat Warganya Sejahtera
Lari-lari ke Ciamis
Makan Binte di Boalemo
Ayo Transaksi dengan QRIS
Jangan Lupa Pake BRImo
Pantun ini semakin menegaskan posisi BRI sebagai pendorong utama penggunaan transaksi digital melalui QRIS dan BRImo.
Usai menyampaikan pantun pembuka, Nur Jonson Arifin, SE., M.Si. kemudian menyampaikan pandangan strategis mengenai pentingnya digitalisasi dalam memajukan perdagangan rakyat.
“Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat telah membawa dampak signifikan pada berbagai sektor, termasuk sektor perdagangan. Pasar tradisional, sebagai pusat ekonomi kerakyatan, juga perlu beradaptasi dengan perubahan ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa digitalisasi bukan hanya tren, tetapi wajib dilakukan jika pasar tradisional ingin tetap bersaing.

“Digitalisasi pasar tradisional bukan lagi sebuah pilihan, tetapi sebuah keharusan untuk menjaga eksistensi dan daya saingnya,” kata Nur Jonson.
Pernyataan ini menegaskan kepemimpinan BRI dalam mengarahkan pola transaksi masyarakat menuju sistem yang lebih aman, cepat, dan efisien.
Menurut Nur Jonson, keberadaan Videotron di pusat kota adalah langkah strategis untuk meningkatkan promosi UMKM dan usaha lokal. BRI melihat teknologi ini sebagai sarana yang dapat membantu pedagang naik kelas.
“Ini bisa menambah daya tarik tersendiri untuk pelaku-pelaku usaha, UMKM serta perbankan untuk bisa memasarkan produk serta layanannya, sehingga bisa dikenal luas bukan hanya di Kabupaten Boalemo, akan tetapi di Provinsi Gorontalo serta Sulawesi pada umumnya,” tuturnya.
Videotron ini menjadi simbol bahwa BRI bukan hanya hadir sebagai bank, tetapi juga sebagai lembaga yang menggerakkan literasi digital dan memperluas peluang usaha masyarakat Boalemo.
Sebagai bank yang terus memimpin inovasi layanan, BRI menempatkan digitalisasi sebagai program utama untuk memperkuat ekonomi masyarakat dan meningkatkan efisiensi aktivitas perdagangan. Melalui berbagai terobosan yang dihadirkan, digitalisasi BRI memberikan dampak nyata bagi para pelaku usaha, di antaranya:
1. omzet pedagang bisa meningkat,
2. pembayaran retribusi pasar jadi lebih mudah dan cepat,
3. pengelolaan usaha lebih praktis,
4. pencatatan keuangan lebih rapi,
5. informasi harga dan pasar lebih mudah diakses.
Tak hanya itu, sebagai bank terbesar yang melayani UMKM, BRI menunjukkan komitmen besar untuk mendukung peningkatan pendapatan daerah dan masyarakat.
“Bank BRI Berkomitmen penuh untuk meningkatkan pendapatan asli daerah di Kabupaten Boalemo melalui berbagai macam layanan yang berbasis Digital,” paparnya.
Selain fokus pada percepatan digitalisasi, BRI juga memperlihatkan capaian nyata yang semakin menegaskan perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Berbagai kinerja ini tidak hanya menunjukkan komitmen BRI dalam mempermudah layanan, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa. Capaian tersebut antara lain:
600 Agen BRILink, memudahkan transaksi masyarakat sampai tingkat desa,
2.292 Merchant/User QRIS, memperkuat transaksi tanpa uang tunai,
15 unit EDC Merchant,
Penyaluran KUR Rp 58.013 M kepada 2.628 debitur, bukti nyata BRI mendorong UMKM bangkit dan berkembang.
Dengan data ini, BRI menegaskan posisinya sebagai bank yang paling berperan dalam memperluas ekosistem digital Boalemo.
“Bank BRI Siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di Kabupaten Boalemo,” pungkasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, implementasi Pasar Digital juga diperkenalkan secara konkret kepada masyarakat. Pasar digital terdiri dari pembayaran Retribusi pasar secara Nontunai menggunakam Brizzi BRI dengan media Mesin EDC dan melalu Qris yg juga medianya mesin EDC.
Langkah ini menjadi fondasi awal optimalisasi kawasan non tunai di Kabupaten Boalemo, menghadirkan sistem pembayaran yang lebih praktis, cepat, dan transparan.

Lebih lanjut, kegiatan tersebut turut disertai penandatanganan PKS penerapan pembayaran retribusi pasar non-tunai di Kabupaten Boalemo. Langkah ini menjadi bentuk komitmen bersama Pemerintah Daerah dan BRI untuk memperkuat ekosistem transaksi digital yang modern, transparan, dan akuntabel.
“ Saya yakin, dengan semangat gotong royong dan kerja keras, kita mampu mewujudkan pasar tradisional yang modern dan berbasis Digital, efisien, dan berdaya saing,” imbuhnya.
Setelah menegaskan optimisme tentang kemajuan pasar tradisional berbasis digital, ia menutup momentum tersebut dengan rangkaian pantun yang mencairkan suasana dan menghadirkan senyum bagi seluruh undangan:
Buah Nangka Buah Srikaya
Buah Salak Buah Rambutan
Cukup Sekian Sambutan Saya
Jika Ada yang Salah Mohon Dimaafkan
Beli Baju di Tilamuta
Makan Siomai Jangan Berlebih
Boalemo Maju Sejahtera
Boalemo Damai Bertasbih.(*)












