FAKTAPUBLIK.ID – Kabupaten Boalemo sukses membuktikan diri sebagai tuan rumah yang tangguh bagi ajang olahraga ekstrem nasional. Gelaran balap trek lurus drag race yang mengguncang Desa Hungayonaa selama tiga hari resmi ditutup oleh Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, Minggu (17/5/2026). Kesuksesan ini menjadi batu loncatan besar bagi Boalemo untuk berkomitmen penuh mendukung agenda otomotif berkelanjutan.
Ajang bergengsi ini berhasil terselenggara berkat kolaborasi apik antara panitia lokal dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Gorontalo. Dalam sambutannya, Wabup Lahmuddin Hambali melempar apresiasi tinggi kepada Ketua IMI Gorontalo, Erwin Ismail, serta seluruh tim yang berhasil menyulap Desa Hungayonaa menjadi arena balap yang aman dan representatif.
“Kepercayaan dari IMI ini adalah kebanggaan sekaligus suntikan motivasi bagi Boalemo. Kami ingin terus mewadahi energi positif generasi muda di jalur yang tepat, yaitu prestasi otomotif, bukan balapan liar,” tegas Lahmuddin.
Pemilihan lokasi di Desa Hungayonaa ternyata tidak dilakukan sembarangan. Lahmuddin membeberkan bahwa tim teknis sempat mengantongi beberapa alternatif sirkuit. Namun, setelah turun ke lapangan bersama tim ahli dari IMI, Desa Hungayonaa dinilai memiliki aspal dan tata letak paling aman serta representatif. Hasilnya terbukti, kompetisi ketat selama tiga hari penuh adrenalin tersebut berjalan sukses, aman, dan lancar tanpa kendala berarti.
Sinyal Boalemo akan menjadi magnet baru sport tourism (wisata olahraga) di Sulawesi kian menguat. Pemerintah Kabupaten Boalemo menegaskan tidak akan berhenti di ajang drag race saja. Berdasarkan arahan langsung dari Bupati, Pemda kini langsung tancap gas mempersiapkan ajang balap tanah komunal (grasstrack) yang dijadwalkan menghentak pada Juli 2026 mendatang.
Tak tanggung-tanggung, Pantai Bolihutuo yang eksotis dipilih menjadi latar belakang sirkuit grasstrack berikutnya. Langkah ini dinilai strategis untuk mengawinkan gairah dunia otomotif dengan sektor pariwisata daerah.
“Kami sudah mendapat instruksi dari Bupati. Koordinasi lintas sektor dan persiapan anggaran promosi serta infrastruktur segera kami rapikan demi menyambut para pembalap terbaik pada Juli nanti,” tambah Lahmuddin optimis.
Di akhir sambutannya, Lahmuddin berharap rentetan agenda otomotif ini mampu melahirkan bibit-bibit pembalap muda berbakat dari Boalemo yang siap bersaing di kancah nasional. Lebih dari itu, kedatangan ribuan penonton dan tim balap dari berbagai daerah terbukti nyata menghidupkan pelaku UMKM, perhotelan, dan sektor transportasi lokal.
Dengan mengucap hamdalah, rangkaian drag race Boalemo 2026 resmi ditutup, menandai dimulainya era baru Boalemo sebagai destinasi utama otomotif di Provinsi Gorontalo. (**)












