BoalemoNasionalProvinsi Gorontalo

Cegah Penyebaran Malaria Sejak Dini, Puskesmas Botumoito Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

×

Cegah Penyebaran Malaria Sejak Dini, Puskesmas Botumoito Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Sebarkan artikel ini

FAKTAPUBLIK, Boalemo – Upaya cepat dilakukan petugas kesehatan dalam menekan penyebaran malaria di wilayah Kecamatan Botumoito. Pada Sabtu, 11 April 2026, tim dari Puskesmas Botumoito melaksanakan Penyelidikan Epidemiologi (PE) menyusul ditemukannya kasus positif malaria melalui pemeriksaan RDT dan mikroskopis.

Penyelidikan ini merupakan langkah respons cepat di lapangan untuk menelusuri sumber penularan serta mencegah penyebaran penyakit yang lebih luas. Petugas kesehatan turun langsung ke lingkungan pasien guna melakukan serangkaian pemeriksaan dan pengumpulan data.

Kepala Puskesmas Botumoito, Israhmawati Saripi,S.Tr.,Kes., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pasien, tetapi juga lingkungan sekitar yang berpotensi menjadi sumber penularan.

“Penyelidikan ini penting untuk memastikan apakah kasus yang ditemukan merupakan penularan lokal atau berasal dari luar daerah. Dari situ, kami bisa menentukan langkah penanganan yang tepat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pelacakan terhadap kemungkinan sumber penularan, baik yang berasal dari dalam wilayah (indigenous) maupun dari luar daerah (impor). Selain itu, petugas juga mengidentifikasi kontak serumah dan warga sekitar yang berpotensi terpapar.

Tidak hanya itu, pemeriksaan lingkungan turut menjadi fokus utama. Petugas memantau keberadaan jentik serta potensi berkembangnya nyamuk Anopheles sebagai vektor utama penularan malaria.

Menurut Israhmawati, langkah ini penting untuk memetakan wilayah fokus penyebaran dan menentukan intervensi yang tepat. Dengan mengetahui titik-titik rawan, upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih terarah dan efektif.

Penyelidikan Epidemiologi ini diharapkan mampu memutus rantai penularan malaria di Kecamatan Botumoito, sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit tersebut. Peran aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala juga menjadi kunci dalam pengendalian malaria di daerah tersebut.(*) Ly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *