FAKTAPUBLIK.ID, BOALEMO – Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo saat ini perlu memperbaiki layanan khususnya dari sisi pelayanan keuangan. Saat ini di duga adanya praktek-praktek terselubung yang merugikan beberapa pihak dalam hal melaksanakan tugas dinas keluar daerah.
Beberapa fakta yang dapat di beberkan oleh media ini yakni adanya kejanggalan dugaan penyaluran dana perjalanan dinas yang tidak sesuai dengan daftar tagihan yang telah di ajukan dan telah di setujui oleh BPKAD Kabupaten Boalemo. Salah satu contohnya adalah biaya pembelian tiket pesawat, yang biayanya tidak masuk ke rekening orang yang melaksanakan tugas dinas keluar daerah, kemudian biaya penginapan yang seharusnya di bayarkan sebesar kurang lebih Rp. 700.000 namun yang di transfer dan masuk di rekening orang yang melaksanakan tugas keluar daerag tersebut hanya sebesar Rp.500.000.
Hal ini merupakan sebuah kejanggalan sepanjang sejarah layanan keuangan di dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten boalemo. Mirisnya, perlakuan tersebut terjadi kepada mereka yang notabenenya adalah pegawai tetap di dinas pendidikan dan kebudayaan,dan parahnya lagi kejadian yang tidak biasa itu dialami oleh beberapa petinggi di dinas tersebut.
Nah, bagaimana kemudian bila layanan terhadap pengawas, penilik dan guru yang merupakan mitra daripada dinas pendidikan, sedangkan pejabat di dinas saja seperti itu model layanannya.
Menindaklanjuti hal tersebut, Jumat (25/8/2023) Media FAKTAPUBLIK.ID melakukan konfirmasi kepada bendahara dinas pendidikan melalui via whatsaap untuk meminta keterangannya atas dugaan ke kacauan layanan keuangan tersebut, namun bendahara enggan memberikan tanggapan.
“Saya lagi tidak masuk, kurang sehat,ada panas” Kata Bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Boalemo.
Seakan benar ada sesuatu yang tidak beres hingga berita ini diterbitkan dan selanjutnya media ini akan berusaha menemui pihak terkait untuk dimintai tanggapan sehubungan dengan persoalan tersebut.






